Setelahnya, Huistra menjadi pelatih FC Groningen U-19 dalam waktu cukup panjang, yakni selama empat tahun lamanya hingga 2005.
Kiprahnya kemudian membuatnya ditunjuk Vitesse sebagai asisten pelatih pada 2005-2008 dan juga menjadi pelatih Ajax Amsterdam U-21 periode 2009-2010.
Kesempatan pertamanya sebagai pelatih di kancah profesional datang pada 2010, saat FC Groningen menunjuknya sebagai pelatih.
Pelatih berusia 56 tahun ini pun tercatat menukangi FC Groningen sebanyak 77 pertandingan hingga 2012, dengan mencatatkan 32 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 32 kekalahan.
Usai berpisah dengan FC Groningen, Huistra ditunjuk sebagai pelatih De Graafschap selama 1,5 musim. Ia memimpin 59 pertandingan dengan catatan 24 kemenangan, 16 imbang, dan 19 kekalahan.
Usai mengangur selama setahun penuh, Huistra pun terbang ke Asia dengan menerima pinangan untuk menjadi Direktur Teknik Timnas Indonesia.
Di sela-sela tugasnya sebagai Dirtek, Huistra juga sempat ditunjuk sebagai pelatih interim Timnas Indonesia pada tahun 2015, menggantikan Benny Dollo.
Setelah berpisah dengan Indonesia, Huistra masih berkecimpung di Asia dengan menukangi klub Jepang, Iwaki FC, di tahun 2016.
Huistra pun sempat menjadi Penasihat bagi klub Slovakia, AS Trencin, yang tak lain merupakan klub yang pernah dibela Witan Sulaeman.
Baca Juga: 5 Kandidat Pelatih Baru Chelsea, Cocok Gantikan Graham Potter
Setelahnya, Huistra berkarier di Uzbekistan dengan menjadi asisten pelatih Pakhtakor FC dan kemudian menjadi pelatih tim itu pada 2021.
Di sinilah Huistra mendapat gelar pertamanya sebagai pelatih, yakni dengan menjuarai Liga Uzbekistan pada tahun 2021.
Usai berpisah pada Januari 2022 dengan Pakhtakor, Huistra kembali ke Indonesia usai menerima pinangan Borneo FC yang baru saja berpisah dengan Andre Gaspar.
[Felix Indra Jaya]
Berita Terkait
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027
-
Borneo FC Ditinggal 15 Pemain dan Pelatih, Nadeo Argawinata Masih Targetkan Juara
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Borneo FC Cuci Gudang Lepas 15 Pemain, Kapan Mariano Peralta Diperkenalkan Persija?
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Kontroversi Semifinal Piala Dunia 2026? Yamal Handball, Spanyol yang Dapat Penalti
-
Rekor 7 Dekade Prancis Patah! Spanyol ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun
-
FBI Tetapkan Inggris vs Argentina Laga Paling Berbahaya di Piala Dunia 2026
-
Rencana Gila FIFA di Final Piala Dunia 2026, Bakal Ada Konser Musik di Jeda Babak I
-
Spanyol Unggul Tipis atas Prancis di Babak I, Penalti Oyarzabal Jadi Pembeda
-
Rodrigo De Paul Tak Sabar Ingin Habisi Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Semifinal Piala Dunia 2026: Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol Unggul 1-0 atas Prancis
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
PM Spanyol Menunduk Minta Maaf ke Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Ada Apa?
-
Prancis Nyaris Tak Tersentuh Selama 7 Dekade! Spanyol Bisa Ubah Sejarah Malam Ini?