Suara.com - Timnas Indonesia U-20 belum dalam posisi aman. Sebab belum tentu lolos dari fase grup Piala Asia U-20.
Hal-hal ini memang masih butuh perbaikan, apalagi pada pertandingan berikutnya tim asuhan Shin Tae-yong bakal berjumpa tuan rumah Piala Asia U-20 2023, Uzbekistan U-20, pada laga pamungkas Grup A.
Pertama soal finishing. Pelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong, masih saja mengeluhkan kemampuan penyelesaian akhir anak asuhnya yang tak kunjung membaik pada laga kontra Suriah.
Terbukti, ada beberapa peluang yang terbuang percuma, misalnya kesempatan Achmad Maulana Syarif dan Hugo Samir.
Jika saja keduanya bisa dimanfaatkan dengan baik, STY yakin Timnas Indonesia U-20 bisa menambah golnya pada laga kontra Suriah U-20.
"Ini (finishing)masih jadi kelemahan kami. Jika kami bisa memanfaatkan peluang gol, seharusnya kami bisa mencetak gol lagi," ucap Shin Tae Yong.
Selain itu, Timnas Indonesia U-20 juga perlu meningkatkan kepercayaan dirinya agar bisa meladeni siapa pun lawan yang akan dihadapi.
Menurut Shin Tae-yong, faktor kegugupan anak asuhnya inilah yang membuat para pemain Timnas Indonesia U-20 tak bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya.
"Saya bilang kepada para pemain kami, jangan gugup, karena kalian adalah pemain yang memiliki kualitas baik," ujar Shin Tae Yong.
"Sayangnya kualitas itu hanya kalian tunjukkan 50 persen. Saya ingin melihat setidaknya 80 persen dari kekuatan mereka," lanjutnya.
Para pemain Timnas Indonesia U-20 memang terlihat mengalami kelengahan saat berjumpa Suriah U-20. Hal ini tentu sangat berbahaya jika masih terus terjadi.
Kelengahan ini terutama terjadi di sektor pertahanan. Para pemain masih belum bisa disiplin menjaga areanya sekaligus mengantisipasi pergerakan lawan.
Momen yang menjadi bukti terjadi pada menit ke-90+6. Bek-bek Timnas Indonesia U-20 tak sigap menghadapi bola lambung.
Beruntung, Daffa Fasya mampu memblok sundulan Abdallah Zakreet yang berpotensi menjebol gawang Timnas Indonesia U-20.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim