Suara.com - Kiper Sampdoria, Emil Audero disebut bersedia untuk bergabung Timnas Indonesia. Informasi ini Kanal YouTube Kreator Bola baru-baru ini dalam unggahan sebuah video.
Dari video yang diunggah kanal YouTube Kreator Bola pada Minggu (12/3/2023) itu, disebutkan bahwa Emil Audero sudah tiba di Yogyakarta dan siap memperkuat Timnas Indonesia di FIFA Matchday.
“Full Senyum Bela Indonesia! Emil Audero Tiba di Yogyakarta Gabung Timnas di FIFA Matchday,” bunyi judul video yang diunggah oleh kanal YouTube Kreator Bola.
Dalam narasinya, video tersebut juga menyebut bahwa Emil Audero sudah siap untuk memperkuat Timnas Indonesia tetapi tidak tahu cara untuk mendapatkan status sebagai WNI.
“Diketahui Emil Audero saat ini tidak dipanggil Timnas Italia. Oleh sebab itu wajar saja jika ayah dari Emil Audero Mulyadi ini langsung mengurungkan niatnya untuk mempertahankan sang anak untuk membela Timnas Italia,”
“Emil pun tak menutup kemungkinan dirinya bergabung bersama Timnas Indonesia. ‘Saya ingin sekali bergabung bersama Indonesia namun saya tidak tahu kapan dan bagaimana prosesnya’,” lanjut narasi video tersebut.
PENJELASAN
Emil Audero memang berstatus sebagai pemain kelahiran Indonesia. Sebab, ayahnya yang bernama Edy Mulyadi berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Akan tetapi, sejak usia kecil, Emil Audero sudah bermain sepak bola di Italia. Dia pun juga bermain untuk Timnas Italia U-15 hingga U-21.
Baca Juga: CEK FAKTA: Putra Shin Tae-yong Bela Timnas Indonesia, Benarkah?
Namun, sampai saat ini tidak ada proses naturalisasi yang dijalani oleh Emil Audero untuk mendapatkan status sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Sebab. Emil Audero sempat menolak ketika PSSI mengajukan penawaran untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Hal ini muncul saat mantan anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, berkeliling Eropa untuk mencari pemain keturunan.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi dan narasi yang disebarkan oleh kanal YouTube Kreator Bola tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Pasalnya, Emil Audero belum menyatakan kesediaannya untuk menjadi WNI dan bersedia bermain bersama Timnas Indonesia.
Dengan kata lain, informasi yang diedarkan oleh kanal YouTube Kreator Bola itu dapat dikategorikan sebagai hoaks karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan