Suara.com - Kerja Erick Thohir selama 3 bulan jadi ketua umum PSSI bukan kacang-kacangan. Paling tidak ada 4 kebijakan yang bikin publik mengacungkan jempol.
Gebrakan pertama soal operator Liga 2. Erick Thohir memang gagal memenuhi janjinya melanjutkan Liga 2. Tapi ia membuat gebrakan dengan membuat operator Liga 2.
Gebrakan ini dilakukan agar Liga 2 bisa berjalan sendiri dan fokus dalam mengarungi musim serta tak mengalami timpang tindih kebijakan dengan Liga 1 yang dijalankan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB).
Memiliki latar belakang pebisnis, Erick Thohir pun melakukan gebrakan dengan melakukan audit keuangan PSSI dan PT LIB.
Tak tanggung-tanggung, Erick Thohir menunjuk Ernst & Young yang merupakan firma terkemuka di dunia internasional agar mengetahui manajemen keuangan PSSI dan PT LIB selama ini.
Kesejahteraan wasit menjadi salah satu fokus Erick Thohir.
Untuk hal ini, ia pun menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan fasilitas Jamsostek kepada para pengadil lapangan.
Dengan adanya Jamsostek ini, para wasit di Indonesia pun akan mendapat perlindungan dalam menjalankan tugasnya dan meningkatkan kesejahteraan agar performa wasit di lapangan kian baik.
Terakhir soal sistem kompetisi. Dalam Sarasehan Sepak Bola Nasional beberapa waktu lalu, Erick Thohir memunculkan gebrakan baru terkait sistem kompetisi.
Sistem kompetisi ini akan digelar layaknya kompetisi basket, di mana ada sistem reguler dan sistem Playoff yang akan menghasilkan dua juara dalam semusim. Siapa sangka, gebrakan ini disepakati oleh klub peserta Liga 1.
Erick Thohir resmi menjabat sebagai Ketum PSSI periode 2023-2027 usai terpilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023 lalu.
Pria berusia 52 tahun itu terpilih setelah mengantongi 64 suara yang merupakan suara terbanyak dalam pemilihan Ketum PSSI baru pasca Mochamad Iriawan.
Usai terpilih sebagai Ketum PSSI yang baru, Erick Thohir sempat menjadi sorotan karena dianggap melanggar janji-janjinya.
Salah satu janji yang dilanggar adalah mengenai kelanjutan Liga 2 dan Liga 3. Saat kampanye, ia berjanji melanjutkan dua kompetisi itu. Nahas, dalam Sarasehan Sepak Bola Nasional, diputuskan dua kompetisi itu tak dilanjutkan.
Sorotan makin tajam usai status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dicabut oleh FIFA karena kondisi terkini di Tanah Air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Arah Angin Berubah! Posisi Tawar Mees Hilgers Kini Pahit, FC Twente Semringah
-
Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
-
Update Kasus Pasporgate Dean James: Liga Belanda Terancam Chaos!
-
Pemain Keturunan Indonesia Sesumbar Lebih Baik dari Calhanoglu dan McTominay
-
Prediksi Liga Inggris Pekan Ini: MU vs Liverpool Imbang, Arsenal Libas Fulham
-
Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina
-
Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan 31: Persib Tantang PSIM, Persija Dijamu Persijap
-
Bhayangkara FC Tak Terima! Fadly Alberto Dihukum 3 Tahun, Klub Resmi Banding ke PSSI
-
Marc Klok: Ini Mentalitas Juara
-
Bojan Hodak Akui Persib Bandung Salah Start Meski Menang 4-2 atas Bhayangkara FC