Bola / Liga Spanyol
Jum'at, 05 Mei 2023 | 18:12 WIB
Pelatih Osasuna Jagoba Arrasate (kanan) berbincang dengan pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti usai pertandingan La Liga di El Sadar, 18 Februari 2023. [AFP]

Suara.com - Osasuna yang belum pernah meraih trofi bergengsi apapun sepanjang sejarah berusaha mengakhiri rekor buruk tersebut dengan mengincar trofi pertamanya pada final Copa del Rey atau Piala Raja melawan Real Madrid, Minggu (7/5/2023) dini hari WIB.

Osasuna yang bermarkas di Kota Pamplona di wilayah Basque dan lebih populer dengan bantengnya, baru satu kali mencapai final Piala Raja yaitu pada 2005, namun mereka dikalahkan Real Betis melalui perpanjangan waktu.

Pelatih Osasuna Jagoba Arrasate menyaksikan permainan timnya saat menghadapi Barcelona di Camp Nou, 2 Mei 2023. [AFP]

Di sisi lain, Real yang berstatus juara bertahan Liga Spanyol dan Liga Champions, sedang memburu Piala Raja ke-20. Terakhir kali Real mengangkat Piala Raja adalah pada 2014 setelah menaklukkan Barcelona.

Direktur Olahraga Osasuna Braulio Vazquez menyoroti perbedaan dunia antara kedua klub menjelang pertandingan di La Cartuja.

"Bagi Madrid, ini merupakan salah satu dari banyak final yang mereka mainkan. Namun bagi kami, ini merupakan "final"," kata Vazquez pada konferensi pers seperti dikutip ANTARA dari AFP.

"Ada kegembiraan sekaligus ketegangan. Kami akan menikmatinya, namun kami juga akan bersaing," tambahnya.

Lemari trofi Osasuna hanya berisi sejumlah trofi dari divisi kedua dan divisi ketiga.

Mencapai final merupakan penghargaan yang layak bagi kesabaran klub dalam memberi kepercayaan kepada pelatih Jagoba Arrasate.

Pada pertengahan musim 2020/2021, tim tersebut mencatatkan laju 13 pertandingan tanpa kemenangan yang membuat Osasuna terpuruk di posisi ke-19 klasemen pada akhir Januari.

Baca Juga: Legenda Madrid: Dengan atau Tanpa Lionel Messi, Barcelona Takkan Juara Liga Champions

Walau demikian, Arraste mampu memperbaiki peruntungan tim. Ia kemudian menyelamatkan Osasuna dari ancaman degradasi dan membawa klub itu menduduki papan tengah klasemen pada musim ini.

Menderita seperti anjing

Osasuna mencapai final melalui kemenangan dramatis lewat perpanjangan waktu saat melawan Athletic Bilbao di San Mames. Gol semata wayang sekaligus penentu kemenangan Osasuna dibukukan oleh Pablo Ibanez.

"Saat ini, saya tidak dapat berkata-kata. Kami menderita seperti anjing sepanjang jalannya pertandingan," kata Ibanez saat itu.

Keuletan, intensitas, dan determinasi menjadi kunci permainan Osasuna dan menurut Arraste, hal itu merupakan cerminan para penggemar serta Kota Pamplona itu sendiri.

Hal itu pun terlihat di Nou Camp, Selasa (2/5), ketika tim yang diperkuat banyak pemain pelapis itu mampu menahan Barcelona selama 85 menit di ajang Liga Spanyol. Arraste memilih menurunkan para pemain pelapis demi menjaga kebugaran para pemain inti untuk laga melawan Real.

Load More