Suara.com - Legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda resmi mundur dari kursi manajer Timnas Kamboja, Kamis (11/5/2023), setelah timnya tersingkir di kandang sendiri dalam persaingan menuju ke semifinal SEA Games 2023.
Kamboja kalah 1-2 oleh Timnas Indonesia U-22 pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Nasional Olimpiade, Phanom Penh. Kekalahan ini membuat Kamboja finis di peringkat ketiga klasemen dengan torehan empat poin.
"Sebuah proyek di Kamboja yang dimulai pada 2018 telah berakhir. Saya tidak bisa memberi hasil yang memuaskan pada turnamen terakhir, tetapi saya tidak mau frustrasi karena hal itu," tulis Honda di akun Twitter pribadinya.
"Pemain Kamboja harus tahu apa yang akan mereka lakukan, jadi saya akan menantikan mereka di masa depan. Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung kami selama 5 tahun," lanjutnya.
Sementara itu Asosiasi Sepak Bola Kamboja juga mengatakan "sedih" bahwa tim Honda tidak bisa melewati babak penyisihan grup.
Kontrak Honda semula berdurasi selama tiga tahun dari 2018 hingga 2021. Setelah itu Federasi Sepak Bola Kamboja memperpanjang kontrak Honda hingga 2023.
Timnas Kamboja senior dan U-23 akan dilatih Felix Dalmas yang juga pernah memiliki pengalaman kerja bersama Honda.
Sebagai pemain, Honda pernah mewakili Jepang sebanyak 98 kali dan tampil untuk klub-klub di Jepang, Belanda, Rusia, Italia, Meksiko, Australia dan Brasil.
[Antara]
Baca Juga: Kurnia Meiga Jual Semua Atribut Sepak Bola Miliknya, Pelatih Arema FC Prihatin
Berita Terkait
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
-
Boni Hargens: Rekrut Atlet SEA Games Bukti Komitmen Moral Kapolri Listyo Sigit
-
Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet, BRI & Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan
-
Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Debut Gemilang Maarten Paes di Ajax Ternyata Menyisakan Rasa Sakit Hati Bagi Kiper Joeri Heerkens
-
Jay Idzes Masuk 10 Besar Bek dengan Sapuan Bola Terbanyak di Liga Italia
-
Bojan Hodak Waspadai Strategi Bertahan Madura United Saat Persib Bandung Kejar Poin Penuh Kandang
-
Pesta Gol di Bandarlampung, Paul Munster Puji Konsistensi Bhayangkara FC Tekuk Telak Semen Padang
-
Dejan Antonic Sebut Duel Semen Padang Lawan Bhayangkara FC Lucu Karena VAR Rusak dan Penalti
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!