Suara.com - Punya ranking paling rendah ketimbang kontestan lainnya di Piala Asia 2023, tidak membuat Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong pasrah. Ia berambisi membuat skuad Garuda menjadi kuda hitam dalam kejuaraan tersebut.
Piala Asia 2023 berlangsung pada 12 Januari sampai 10 Februari 2024. Nah, dalam kejuaraan tersebut tim Merah Putih sama sekali tidak diunggulkan.
Bahkan, ranking FIFA Timnas Indonesia menjadi yang paling rendah ketimbang kontestan lainnya di Piala Asia 2023. Bagi Shin Tae-yong hal tersebut tidka bisa menjadi patokan karena bisa Timnas Indonesia memberikan kejutan.
Shin Tae-yong mengaku sudah menyusun rencana agar Timnas Indonesia bisa berbicara banyak di Piala Asia 2023. Ia akan membuat skuad Garuda menjadi Kuda Hitam bukan yang berambisi memenangi pertandingan, namun susah dikalahkan.
"(Piala Asia) tidak akan menjadi kompetisi yang mudah. Tetapi saya masih berpikir bahwa Indonesia akan menjadi kuda hitam," kata Shin Tae-yong dilansir dari Best Eleven, Sabtu (27/5/2023).
"Kuda hitam itu tidak segelap kuda hitam yang ingin menang, tapi menurut saya itu adalah tim yang tidak akan mudah dikalahkan oleh tim lain," jelasnya.
Shin Tae-yong menegaskan tidak akan membuat Timnas Indonesia sekadar berpartisipasi. Ia bakal berusaha supaya tim Merah Putih memberikan kejutan.
"Jadi kami, Indonesia, bukanlah tim yang memiliki arti penting dalam berpartisipasi. Saya memiliki keterampilan dan stamina untuk menciptakan suasana yang bukan Indonesia tempo dulu. Jadi saya pikir kami harus lolos ke babak 16 besar tanpa syarat," pungkasnya.
Dari hasil drawing Piala Asia 2023, Timnas Indonesia berada di Grup D. Armada Shin Tae-yong akan bersua Jepang, Irak, dan Vietnam.
Baca Juga: Lengkap, Berikut 6 Pemain Asing Persita Tangerang di Liga 1 2023/2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey