Suara.com - Penyerang Bayern Munich, Thomas Muller mencetak rekor sebagai pemain yang paling banyak mengangkat trofi Bundesliga atau Liga Jerman sepanjang sejarah 60 tahun kompetisi.
Muller memastikan gelar juara ke-12 Bundesliga sepanjang kariernya usai mengantarkan Die Roten menang 2-1 atas tuan rumah FC Cologne di Stadion Rhein Energie pada Sabtu (27/5) malam WIB dalam laga pekan ke-38.
"Ini membuat semuanya tergelitik. Ini luar biasa. Ini membuat kami gila. Apa yang terlintas di benak kami saat gol Jamal masuk, itu terasa istimewa," kata Thomas Muller usai memenangkan trofi Bundesliga dilansir melalui laman resmi klub, Minggu.
Bayern yang membutuhkan kemenangan untuk menyalip Borussia Dortmund di posisi puncak, menang secara dramatis usai pemain pengganti Jamal Musiala mencetak gol lewat sepakan di luar kotak penalti pada menit ke-89.
Muller yang merupakan pemain asli didikan akademi Bayern Muenchen itu memulai petualangan untuk mengoleksi trofi Bundesliga sejak 2009 ketika pertama kali masuk skuad utama The Bavarians.
Trofi Bundesliga pertama Muller diraih pada musim 2010. Lalu pemain yang berposisi sebagai raumdeuter itu memulai kampanye bersejarah klub dengan menjadi juara Bundesliga selama 11 musim berturut-turut sejak 2013 hingga sekarang.
"Siapa pun yang tertarik dengan sepak bola Jerman pasti akan berpikir bahwa kami tidak pantas mendapatkannya. Saya bisa mengerti itu. Paruh kedua musim kami kacau. Tapi momen ini masih luar biasa bagi tim. Itu adalah sesuatu yang akan kami ingat," kata pemain berkebangsaan Jerman itu.
Muller unggul satu trofi dari rekan setimnya Manuel Neuer sebagai pemain yang paling banyak memperoleh trofi Bundesliga.
Lalu diikuti oleh dua mantan penggawa Bayern Robert Lewandowski dan David Alaba yang mengoleksi 10 trofi.
Baca Juga: Edin Terzic: Selamat Bayern Muenchen, Kami Tidak Bahagia
Dengan gelar juara tersebut, membuat Bayern memperpanjang rekor sebagai tim yang dapat menjuarai liga domestik terlama di kancah sepak bola Eropa dengan raihan trofi selama 11 musim berturut-turut.
Berita Terkait
-
Resmi Bertahan di Allianz Arena, Bayern Muenchen Ikat Gelandang Serba Bisa Konrad Laimer Hingga 2029
-
Gacor di Piala Dunia 2026, Bayern Muenchen Keluar Duit Rp 1 T Demi Gelandang Maroko Ismael Saibari
-
Gemilang Bareng Maroko di Piala Dunia 2026, Ismael Saibari Direkrut Bayern Munchen Rp950 Miliar!
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya
-
Bayern Munich Tertarik Rekrut Marcus Rashford, tapi Gaji Jadi Kendala Utama
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik