Suara.com - Pemain keturunan Indonesia, Welber Jardim telah mendapatkan izin dari klubnya, Sao Paulo untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023.
Meski demikian, izin dari Sao Paulo belum cukup untuk memastikan Welber Jardim bisa mengikuti seleknas demi masuk skuad asuhan Bima Sakti. Apa alasannya?
Sebelumnya, ayah Welber Jardim, Elisangelo Liu meminta PSSI untuk mengirimkan surat resmi kepada Sao Paulo terkait ketertarikan mereka untuk memanggil Welber ikut seleknas.
Setelah izin dari Sao Paulo didapatkan, Welber Jardim disebut sang ayah masih harus meminta izin dari agennya. Jika sang agen berkenan, sang pemain baru bisa ikut seleknas Timnas Indonesia U-17.
“Sudah dikirim/diterima [surat panggilan seleknas dari PSSI] dan klub Sao Paulo sudah setuju untuk Welber datang ke Indonesia. Sekarang tinggal agent Welber yang setuju atau tidak,” kata Elisangelo Liu dikutip akun Instagram @seputargaruda, Senin (10/7/2023).
Welber Jardim menjadi salah satu pemain keturunan berpaspor Indonesia yang tengah dipantau PSSI untuk mengikuti seleknas Timnas INdonesia U_17.
PSSI tengah fokus mempersiapkan Timnas Indonesia U-17 setelah Indonesia resmi ditunjuk FIFA menggantikan Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
Ajang sepak bola kelompok umur terakbar itu bakal berlangsung dari 10 November hingga 2 Desember 2023.
Baca Juga: Profil Noraly Soedito Ibunda Rafael Struick, Bukan Sosok Sembarangan di Belanda
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi