Suara.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara khusus mengulas penampilan Pratama Arhan dalam laga FC Tokyo vs Tokyo Verdy dalam lanjutan Piala Kaisar Jepang atau Emperors Cup 2023, Rabu (12/7/2023).
FIFA membuatkan artikel khusus untuk mengulas penampilan Pratama Arhan yang bermain 110 menit di Ajinomoto Stadium, Tokyo.
Pratama Arhan mampu menunjukkan penampilan yang menjanjikan dalam laga ini. Bermain sebagai starter, dia berkali-kali memberi FC Tokyo ancaman lewat lemparan jarak jauh andalannya.
Meski demikian, FC Tokyo pada akhirnya sukses mengalahkan Tokyo Verdy. Tim yang dibela bek Timnas Indonesia itu takluk dalam drama adu penalti dengan skor 8-9 setelah bermain imbang 1-1.
Pasca pertandingan, penampilan apik Pratama Arhan mendapat sorotan dari FIFA. Federasi Sepak Bola Dunia itu memberikan pujian tinggi kepada mantan pemain PSIS Semarang tersebut.
"Bek kiri timnas Indonesia, Pratama Arhan, mendapat kesempatan tampil sebagai starter ketika Tokyo Verdy dikalahkan FC Tokyo," tulis FIFA di laman resminya dikutip pada Jumat (14/7/2023).
Salah satu momen terbaik Pratama Arhan dalam laga tersebut terjadi di menit ke-15. Lemparan ke dalam pemain 21 tahun itu dari sisi kanan meluncur deras ke kotak penalti.
Sayangnya, sundulan Yuta Narawa menyambut lemparan ke dalam Arhan membentur tiang kiri gawang.
"Arhan yang bermain di posisi terbaiknya dan membuat peluang bagus. Lemparan ke dalamnya di menit ke-15 nyaris membuahkan gol," tulis FIFA.
Baca Juga: Tampil Lagi untuk Tim Utama, Ivar Jenner Gagal Bawa FC Utrecht Menang
"Sepanjang babak pertama, Arhan mendapatkan empat kali kesempatan lemparan ke dalam jarak jauh dan menghasilkan peluang untuk Tokyo Verdy."
Pratama Arhan sejatinya memiliki kesempatan untuk bermain penuh dalam laga ini. Namun, dia harus diganti Junki Koike pada menit ke-110 setelah mengeluhkan ada masalah pada pahanya.
Laga kontra FC Tokyo membuat Pratama Arhan bermain secara beruturut-turut di Piala Kaisar Jepang 2023. Sebelumnya, dia tampil di babak kedua ketika Tokyo Verdy menekuk Thespakusatsu Gunma dengan 2-1 pada 7 Juni lalu.
Berita Terkait
-
Cari Komposisi Terbaik Timnas Indonesi U-17, Coach Bima Geber Internal Games Mulai Akhir Pekan Ini
-
Kalah Telak dari Thailand, Erick Thohir Janji Setarakan Pembinaan Atlet Sepak Bola Puteri
-
Main Lagi untuk Tim Senior, Ivar Jenner Selamatkan FC Utrecht dari Kekalahan
-
Hasil Semifinal Piala AFF U-19 2023: Dihabisi Thailand 7-1, Timnas Putri Indonesia Gagal ke Final
-
Tampil Lagi untuk Tim Utama, Ivar Jenner Gagal Bawa FC Utrecht Menang
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil