Suara.com - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares buka suara soal situasi kapten tim, Wiljan Pluim yang belakangan menghilang dari skuad. Gelandang serang asal Belanda itu memang jadi sorotan belakangan ini karena dikabarkan mangkir latihan.
Wiljan Pluim kembali tak jadi starter untuk PSM di laga lanjutan BRI Liga 1 kontra Persis Solo pada awal pekan ini.
Sebelumnya, pemain berusia 34 tahun yang sudah membela panji PSM sejak 2016 itu secara misterius tak ada dalam skuad di laga pekan kesembilan Liga 1 2023/2024 kontra Persebaya Surabaya.
Pluim lantas sempat main pada saat pertandingan kualifikasi Piala AFC, Rabu (23/8/2023) lalu. Namun, Pluim baru tampil pada babak kedua melawan Yangon United dan cuma main selama 23 menit.
Dan di laga lawan Persis awal pekan ini, Pluim kembali menghilang dari starting eleven PSM.
Muncul desas-desus jika PSM akan mendepak Pluim meski gelandang serang andalan mereka itu masih punya kontrak hingga 2025 mendatang.
Bernardo Tavares pun memberikan tanggapannya soal hal ini.
"Terkait masa depan Pluim tanyakan ke manajemen klub, bukan ke pelatih," tutur pelatih asal Portugal itu seperti dikutip dari Indo Transfer, Rabu (30/8).
Dikabarkan Indo Transfer, situasi yang ada saat ini Pluim sudah tidak ikut latihan tim PSM sejak persiapan sebelum laga melawan Persebaya di pekan kesembilan Liga 1.
Baca Juga: Tantang RANS Nusantara FC, Persik Kediri Utamakan Permainan Kolektif
Berita Terkait
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Resmi Gabung PSM Makassar, Sergio Aguero Bakal Ramaikan Super League 2026/2027
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Deretan Skor Terbesar Persib vs Persebaya: 8 Tahun Lalu di Wayan Dipta Bajul Ijo Gilas Maung
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional
-
Bongkar Dalang Pembunuhan, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober
-
Gus Yusuf di Muktamar NU: Jangan Jegal Kader, Kembalikan Pemilihan ke AD/ART
-
Massa di Jogja Semprot Pemerintah, Janji 19 Juta Lapangan Kerja Ternyata Scam di Negeri Orang