Suara.com - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia Jordi Amat beberkan ambisi mulia Pelatih Shin Tae-yong sebagai juru formasi skuad Garuda. Ia menceritakan juru taktik asal Korea Selatan itu ingin sekali mengantarkan tim Merah Putih ke Piala Dunia.
Jordi Amat tahu target Shin Tae-yong itu begitu tinggi. Namun, pemain yang kini merumput bersama Johor Darul Ta'zim (JDT) itu percaya bisa tercapai asalkan bekerja keras.
Apalagi, Timnas Indonesia punya kans lebih besar di Piala Dunia 2026. Berbeda dari edisi sebelum-sebelumnya, turnamen sepak bola terbesar di dunia itu menambah peserta menjadi 48.
Asia mendapatkan slot cukup besar, yakni delapan tim yang lolos langsung, dari sebelumnya cuma empat negara. Sedangkan satu lainnya bisa diambil dari play-off antarkonfederasi.
Jordi Amat tahu tantangan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia sangat berat. Untuk saat ini, ia menyebut timnya akan fokus satu-satu menghadapi setiap pertandingan menuju ke sana.
Tantangan terdekat Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 adalah dengan melawan Brunei Darussalam di babak play-off Kualifikasi pada 12 dan 17 Oktober 2023. Skuad Garuda harus menang agar bisa masuk babak penyisihan grup zona Asia.
"Kami sepenuhnya menyadari tantangan ke depan. Kami sudah mengetahuinya sejak awal. Kami menghadapinya satu per satu. Laga mendatang melawan Brunei, baik tandang maupun kandang, sangat krusial," kata Jordi Amat dilansir dari laman FIFA, Jumat (29/9/2023).
“Persiapan kami positif, pelatih Shin Tae-yong sangat mendukung, dan dia yakin kami bisa melakukannya. Ini semua soal performa di lapangan, melaksanakan rencana permainan kami, dan mencapai tujuan kami," jelasnya.
Andai mampu mengalahkan Brunei Darussalam, Timnas Indonesia akan lolos ke babak selanjutnya dan tergabung di Grup F. Dalam grup itu sudah terisikan tiga negara yaitu Irak, Vietnam, dan Filipina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey