Suara.com - Ragnar Oratmangoen resmi akan dinaturalisasi untuk bela Timnas Indonesia. Lantas bagaimana statistik penyerang 25 tahun itu?
Kepastian menaturalisasi Ragnar Oratmangoen disampaikan Erick Thohir lewat Instagram pribadinya. Pemain keturunan Maluku itu disebut berkomitmen untuk membela Timnas Indonesia.
''Selamat datang di Indonesia, Ragnar Oratmangoen!,'' ujar Erick Thohir.
''Ragnar yang bermain di kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie bersama Fortuna Sittard punya komitmen untuk membela Merah Putih,''
''Semoga Ragnar bisa ikut memberikan kontribusi untuk sepak bola Indonesia,'' lanjutnya.
Lalu, bagaimana sebetulnya statistik Ragnar Oratmangoen? Layakkah dia mendapatkan lampu hijau untuk menjalani proses naturalisasi agar bisa memperkuat skuad Merah Putih.
1. Catatan Musim ini
Pada musim ini, Ragnar Oratmangoen sebetulnya bukan menjadi pemain utama di klub Fortuna Sittard. Sebab, dia hanya mendapatkan tujuh kali kesempatan bermain di ajang Eredivisie 2023/2024.
Menariknya, semua catatan penampilan pemain berusia 25 tahun ini hanya menjadi pengganti saja. Dia belum pernah mengukir penampilan sebagai starter di kasta tertinggi Liga Belanda musim ini.
Satu-satunya catatan penampilan Ragnar sebagai starter sempat terjadi di ajang KNVB Beker 2023/2024. Dia pernah bermain sejak menit awal pada pertandingan melawan Sparta Nijkerk.
2. Kiprah di Kasta Tertinggi
Kiprah Ragnar di kasta tertinggi Liga Belanda sudah dimulai sejak 2021/2022. Ketika itu, dia mengukir penampilan bersama Go Ahead Eagles. Hasilnya, Ragnar menyumbang empat assist dari 33 pertandingan.
Itu menjadi catatan terbaiknya di Eredivisie. Sebab, pada musim berikutnya, dia hanya bermain sebanyak 19 kali bersama FC Groningen. Hasilnya, Ragnar menyumbangkan satu assist.
Adapun pada musim ini, Ragnar mengukir tujuh penampilan bersama Fortuna Sittard. Di titik inilah, catatan penampilannya mengalami penurunan drastis dibandingkan sebelumnya.
3. Moncer di Kasta Kedua
Catatan penampilan terbaik Ragnar Oratmangoen sebetulnya lebih istimewa ketika masih bermain di kasta kedua alias Eerste Divisie. Sebab, performanya sangat mentereng.
Setidaknya, dia sudah mengukir total 96 pertandingan di ajang ini. Tingkat kontribusinya juga terhitung apik, sebab Ragnar mampu menghasilkan 17 gol dan 16 assist dari seluruh aksinya tersebut.
Berita Terkait
-
Update Kans Timnas Indonesia Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17 via Jalur Peringkat Tiga Terbaik: Di Ambang Nadir
-
Kalah Dominan, Timnas Indonesia U-17 Tertinggal 1-2 dari Maroko di Babak I Piala Dunia U-17 2023
-
Meski Sejarah dan Statistik Lebih Memihak Irak, Tapi Timnas Indonesia Tak Gentar Sedikit pun
-
Spanyol Bikin Peluang Timnas Indonesia U-17 Lolos 16 Besar Piala Dunia U-17 2023 Semakin Tipis
-
Jika Gagal Kalahkan Maroko, Begini Hitung-hitungan Timnas Indonesia U-17 Lolos Peringkat 3 Terbaik
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League