Suara.com - PSIS Semarang akan melanjutkan pertandingan di BRI Liga 1 2023/2024 pada bulan Desember ini setelah laga tandang pekan ke-20 menghadapi Persebaya Surabaya ditunda. Dan bulan ini, PSIS dijadwalkan menjalani tiga laga yang tak mudah.
Adapun tiga laga yang sudah menanti PSIS adalah menjamu PSS Sleman pada 3 Desember dan Madura United pada 16 Desember.
Sedangkan satu laga tandang akan menghadapi pemuncak klasemen sementara, Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda pada 9 Desember.
Saat ini, PSIS ada di jalur juara dengan berada di posisi keempat klasemen sementara BRI Liga 1, dengan raihan 34 poin hasil dari 19 kali bermain.
Musim ini sendiri ada regulasi baru di Liga 1. Kompetisi menyajikan reguler series dan championship series.
Empat besar tim yang menghuni klasemen akhir Liga 1 2023/2024 di reguler series, akan lolos ke Championship Series untuk memperebutkan trofi juara.
Bagi PSIS, kini finis di empat besar klasemen akhir nanti memang jadi target minimum.
"Jadwal bulan Desember, PSIS ada tiga pertandingan yang menguras tenaga. Lawan-lawan yang kita hadapi tim hebat semua, tapi PSIS tetap target poin maksimal supaya posisi di empat besar terjaga," kata CEO klub, Yoyok Sukawi dilansir dari laman LIB, Jumat (1/12).
Dia juga mengatakan bahwa PSIS asuhan pelatih Gilbert Agius harus bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga: Lepas Raphael Varane, Manchester United Bidik Bek Sentral Genoa sebagai Pengganti
"Pemain dan ofisial harus kerja keras untuk bisa mewujudkan poin maksimal. Anggap semua laga final, supaya posisi empat besar aman. Jangan over confident, tetap rendah hati dan main enjoy di setiap pertandingan," ucap Yoyok Sukawi.
"Kami sudah ada di posisi itu (peringkat empat) memasuki paruh kedua musim. Melihat kondisinya sekarang, memang itu harus jadi target minimum kami di musim reguler (finis empat besar)," tukas Yoyok.
Berita Terkait
-
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League Usai Hancurkan PSIS Semarang 3-0
-
Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
-
2 Pemain Timnas Indonesia Jadi Termahal di Liga 1, Salah Satunya Kalahkan Eks PSG
-
Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?
-
Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?