Suara.com - Satoru Mochizuki resmi menangani timnas Putri Indonesia. Meski begitu, sikapnya perlu dicontoh oleh Shin Tae-yong.
Mengapa demikian, sebab Satoru Mochizuki menyatakan bahwa dirinya ingin belajar bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan memudahkan koordinasi dan komunikasi ke anak asuhnya nanti.
Bahkan pemegang lisensi AFC Pro ini sudah membawa buku untuk belajar bahas Indonesia. Niatnya pun patut diapresiasi.
"Iya, saya membawa buku percakapan ini sehari-hari untuk memudahkan belejar," ucap Satoru Mochizuki dikutip dari Antaranews, Rabu (21/2/2024).
Tindakan Satoru Mochizuki yang ingin belajar bahasa Indonesia perlu dicontoh oleh Shin Tae-yong.
Sebab pelatih asal Korea Selatan itu sudah lama menangani timnas Indonesia. Bahkan beberapa pihak, seperti Coach Justin mengatakan Shin Tae-yong perlu belajar bahasa Indonesia.
Walau demikian, Shin Tae-yong mengaku tidak ada kendala komunikasi dengan para pemainnya. Sebab, ia ditemani intrepet selama bekerja sebagai pelatih skuad Garuda.
Adalah Jeong Seok-seo atau Jeje, sosok yang akrab menjadi penerjemah Shin Tae-yong dari bahasa Korea ke Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Terus Cari Pemain, Nova Arianto Panggil 32 Nama untuk Seleksi Timnas Indonesia U-16 Gelombang Kedua
-
Fakta Unik Ragnar Oratmangoen, Pernah Duel dengan 2 Pemain Persib Bandung
-
Perbandingan Statistik Ole Romeny vs Tim Waterink, Siapa yang Cocok untuk Striker Timnas Indonesia?
-
Profil Amauri Ubro, Talenta Muda Keturunan Indonesia di NEC Nijmegen U-16 yang Curi Perhatian
-
Adu Prestasi Dokter Gunawan Rusuldi vs Dokter Timnas Indonesia, Siapa Lebih Hebat?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI: BRI Bersama Danantara Terus Mendukung Ekonomi Rakyat, Termasuk UMKM
-
Meski 4 Pasar Rusak, Pemerintah Jamin Warga NTT Tak Kelaparan
-
Persija Masuk Fase Panas TC Thailand, Shin Tae-yong Mulai Tentukan Pemain Pilihan
-
HUT ke-81 RI, BRI Dukung Danantara Senantiasa Perkuat Ekonomi Rakyat
-
Pengendara Motor di Deli Serdang Jadi Korban Begal, Paha Ditusuk, Motor hingga HP Raib
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Menembus Tembok Longsor: Drama Penyelamatan Ibu Hamil di Jantung Flores yang Terisolasi
-
RI Ditargetkan Bisa Swasembada 11 Komoditas Pangan dalam 3 Tahun
-
Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia
-
HUT ke-81 RI, BRI Perluas Dampak Ekonomi Lewat 8 Kontribusi bagi Negeri