Suara.com - Pelatih Barcelona Xavi Hernandez menyebut bahwa timnya seharusnya bisa menang setelah ditahan imbang Napoli 1-1 dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
“Kami sedikit sedih dengan hasil pertandingan ini, kami seharusnya menang (lawan Napoli)," ujar Xavi usai pertandingan kepada Amazon Prime Video Italia pada Kamis (22/2/2024) seperti dimuat Antara.
Pelatih asal Spanyol itu menilai bahwa timnya membuat Napoli kesulitan dalam menyerang di sepanjang laga. Namun, kelengahan dari lini pertahanan membuat Napoli bisa mencetak gol penyeimbang.
Baca Juga: Ronaldo Cetak Gol Antar Al Nassr Maju ke Perempat Final Liga Champions Asia
“Napoli kesulitan dalam membangun serangan, kami hanya memberikan mereka mendapatkan satu peluang. Laga ini harusnya bisa kami menangkan," katanya.
Robert Lewandowski membuka keunggulan Barcelona pada menit ke-60 sebelum Victor Oshimhen mencetak gol balasan. Gol itu merupakan satu-satunya tendangan on target dari Napoli di pertandingan ini.
Terlepas dari hasil ini, Xavi mengaku puas dengan performa dari para pemain Barcelona.
“Saya sangat suka dengan performa dari tim, saya melihat kemajuan dalam menyerang dan bertahan. Kami hanya perlu lebih baik dalam penyelesaian," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.
Laga leg kedua sendiri dijadwalkan pada 13 Maret mendatang di markas sementara Barcelona yaitu Stadion Olimpic Lluis Companys karena Camp Nou saat ini sedang dalam proses renovasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji
-
Eusebio Sang Black Panther Portugal: Ketajaman Abadi di Panggung Piala Dunia 1966
-
Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Pemain PSBS Biak Ancam Mogok Lawan Dewa United
-
Didier Drogba Legenda Pantai Gading: Predator Paling Mematikan dalam Sejarah Piala Dunia
-
Pemain PSBS Biak Tinggalkan Klub Lebih Awal Sambil Bawa Kantong Kresek Merah, Ada Apa?
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA: Sesuai Pasar Amerika Utara
-
Pavel Nedved Si Meriam Ceko: Jenderal Lapangan Tengah dengan Tendangan Roket Mematikan
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?