Suara.com - Membedah kandungan di dalam tiwul, makanan khas Jawa yang direkomendasikan Ganjar Pranowo. Apakah makanan tersebut boleh dikonsumsi pesepak bola?
Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia tengah menghadapi polemik dalam pangan, yakni naiknya harga beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Tanah Air.
Tercatat, harga beras saat ini telah menyentuh angka Rp18 ribu per kg dan bahkan di sebagian daerah telah menyentuh angka di atas Rp20 ribu per kg.
Kondisi tersebut membuat beberapa publik figur pun bersuara. Salah satunya Calon Presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo.
Dalam kicauannya di media sosial X (Twitter), mantan Gubernur Jawa Tengah itu melayangkan sindiran mengenai harga beras.
“Harga beras di tempatmu berapa?,” cuit Ganjar Pranowo disertai unggahan foto dirinya tengah berada di depan toko beras.
Cuitan itu kemudian dibalas sindiran oleh netizen. Bahkan, ada netizen yang mengunggah ajakan Ganjar agar masyarakat beralih dari nasi ke tiwul.
Sebagai informasi, pada 2018 silam Ganjar Pranowo pernah menganjurkan seluruh elemen masyarakat mengonsumsi tiwul seiring menipisnya stok beras.
Karenanya, menarik untuk membahas anjuran dari politisi PDI-P, terutama bagi atlet. Apakah tiwul bisa dikonsumsi oleh pesepak bola?
Baca Juga: Ganjar Pranowo Kena Ulti Fans Chelsea: Hancur Kaya Suara Bapak!
Kandungan dalam Tiwul
Sebagai tambahan, tiwul atau thiwul sendiri merupakan makanan khas Jawa. Makanan ini dibuat dari tepung gaplek, yakni singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk.
Dalam proses pembuatannya, tiwul diberi gula sedikit dan kemudian dikukus dan kadang disantap dengan tambahan kelapa parut.
Hingga saat ini, tiwul sendiri masih dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Jawa. Banyak yang menjadikan tiwul sebagai alternatif nasi.
Jika berbicara soal kandungan di dalamnya, tiwul memiliki kandungan yang tak kalah dari beras, sehingga bisa menggantikan nasi seutuhnya.
Dilansir dari laman DJKN Kemenkeu, tiwul memiliki kandungan karbohidrat dan nutrisi penting lainnya seperti vitamin C, kalsium, zat besi, protein, hingga fosfor.
Berita Terkait
-
Ganjar Pranowo Kena Ulti Fans Chelsea: Hancur Kaya Suara Bapak!
-
Sikap AHY Dapat 17 Persen Suara di Pilkada Dibandingkan dengan Ganjar: Mas Menteri Lebih Dewasa
-
Cak Imin Tertawakan Balasan Warganet Ogah Beri Pendapat Soal Kenaikan Harga Beras: Kok Tanya Saya?
-
Uang Serangan Fajar Habis, Emak-emak Asik Joget di Tengah Banjir: Pajak, BBM, Beras Mahal
-
Ganjar Pamer Makan di Warteg, Malah Disindir 'Kalah Pilpres Cocok Jadi Rakyat Biasa'
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan