Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Juru taktik asal Jerman itu menyebut Macan Kemayoran adalah tim paling bapuk alias paling buruk dalam sejarah dirinya melatih.
Thomas Doll mengatakan bahwa Persija adalah tim yang pernah dilatihnya yang membuat paling banyak kesalahan dalam suatu pertandingan.
Adapun karier kepelatihan eks juru taktik Borussia Dortmund itu sudah berlangsung lebih dari 20 tahun.
Performa Persija di Liga 1 2023/2024 memang sangat buruk jika dibandingkan musim lalu. Kini, Riko Simanjuntak dan kawan-kawan masih tercecer di papan tengah, yakni di peringkat ke-11.
Punya target menembus zona Championship Series alias posisi empat besar, tim Macan Kemayoran justru lebih dekat ke zona degradasi.
Hal ini dikarenakan tim kesayangan Jakmania itu banyak melakukan kesalahan elementer dalam pertandingan sepanjang musim ini.
"Penting buat kita untuk melihat ke bawah karena tidak banyak poin yang kami raih di beberapa pertandingan," kata Thomas Doll dalam keterangannya yang dikutip Senin (11/3/2024).
"Motivasinya adalah untuk mengakhiri musim ini dengan meraih hal-hal bagus tiap pekannya. Maksud saya, kita punya beberapa laga di depan. Namun inilah level kami, jadi klasemen tidak pernah bohong," keluh pelatih asal Jerman itu.
"Baru 35 poin sejauh ini , satu musim banyak sekali kesalahan. Saya sudah lama di dalam dunia sepak bola, saya juga sudah menjadi pelatih lebih dari 22-23 tahun, saya tidak pernah melihat kesalahan sebanyak ini dalam satu musim," jelasnya.
Baca Juga: Tawuran Suporter Persija Jakarta Vs Persib Bandung Pecah di Ciracas
Terbaru, Persija menderita kekalahan dari rival abadi mereka, Persib Bandung pada lanjutan Liga 1 akhir pekan kemarin. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Persija ditekuk tuan rumah Persib 1-2.
Berikutnya, Persija akan menjamu Persik Kediri. Duel akan tersaji pada 16 Maret 2024.
"Saya berharap kita bisa mengakhiri musim dengan baik. Tapi, tidak ada satu pun dari kami yang senang akan hal ini karena kami menaruh banyak, namun juga menghancurkan banyak hal. Itu yang tidak saya pahami mengapa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
United for Jakarta, Misi Besar Bank Jakarta Bawa Persija Angkat Trofi di HUT ke-500
-
Pramono Prioritaskan JIS untuk Persija, Acara Konser Nanti Dulu
-
Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali