Suara.com - Mengenal lebih jauh sosok Erawan Garnier, pemain keturunan yang menjadi calon bintang Thailand U-23 di ajang Piala Asia U-23 2024 mendatang.
Jelang gelaran Piala Asia U-23 2024, negara-negara partisipan asal Asia Tenggara seperti Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia, memanggil seluruh pemain terbaiknya.
Tak tanggung-tanggung, beberapa negara Asia Tenggara bahkan memanggil para pemain yang berkarier di luar negeri dan juga pemain keturunan untuk bertarung di ajang tersebut.
Sebagai contoh adalah Indonesia. Untuk bersaing di Piala Asia U-23 2024, skuad Garuda memanggil pemain keturunan seperti Justin Hubner, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick.
Tak mau ketinggalan, Thailand juga turut memanggil pemain keturunannya yakni Erawan Garnier yang kini berstatus penggawa Olympique Lyon U-19.
Nama Erawan Garnier menjadi sorotan netizen Tanah Air. Pasalnya, pemain Thailand U-23 itu punya nama yang identik dengan nama orang Indonesia.
Meski punya nama yang identik dengan nama orang Indonesia, Erawan Garnier diketahui tak punya darah Indonesia sama sekali.
Lantas, siapakah sosok Erawan Garnier tersebut? Akankah dirinya menjadi bintang bagi Thailand U-23 di Piala Asia U-23 2024?
Penyerang Tajam Lyon
Baca Juga: Erick Thohir Salaman dengan Emil Audero, Ucapan Lama Ketum PSSI Diungkit Netizen
Erawan Garnier merupakan penggawa Thailand U-23 yang berposisi sebagai winger kanan. Ia lahir di Prancis, tepatnya di Ecully, pada 5 Januari 2006 atau saat ini berusia 18 tahun.
Belum diketahui dari siapakah darah Thailand yang dimilikinya. Hanya saja, Erawan Garnier saat ini sudah memegang paspor atau kewarganegaraan negeri Gajah Putih itu.
Meski punya kewarganegaraan Thailand, Erawan Garnier justru tumbuh besar di Prancis. Ia menjalani karier sepak bolanya di negara tersebut.
Dilansir dari Transfermarkt, Erawan Garnier memulai karier sepak bolanya di Savigny Football Club sebelum bergabung akademi Olympique Lyon pada 2019.
Sejak masuk akademi Lyon, Erawan Garnier secara perlahan naik kelas. Kini, dirinya menjadi bagian tim U-19 dari salah satu klub terbesar di Prancis itu.
Di musim ini, Erawan Garnier mampu menunjukkan kualitasnya bersama Lyon U-19. Dalam 15 laga di ajang Championnat National U-19, ia mampu mencetak 5 gol.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Salaman dengan Emil Audero, Ucapan Lama Ketum PSSI Diungkit Netizen
-
Mobil China Makin Diminati di Rusia, Bagaimana Indonesia?
-
Hadapi Persita, Pelatih Persib Tak Mau Remehkan Tim Lawan
-
Hasil Uji Coba Thailand Jelang Piala Asia U-23 2024, Tim ASEAN Paling Santai
-
Hasil Uji Coba Vietnam Jelang Piala Asia U-23 2024, Tumbang dari Calon Lawan Timnas Indonesia U-23
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Ambruk Hampir 8 Persen
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
Terkini
-
Pelatih Timnas Indonesia Beberkan Rahasia Mampu Hajar Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026
-
Latihan Persija Disaksikan John Herdman, Mauricio Souza Acungi Jempol
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Meroket Gila-gilaan, Calo Berpotensi Raup Untung Besar
-
Segini Biaya Transfer Ajax Amsterdam untuk Datangkan Maarten Paes dari FC Dallas
-
Alur Kepindahan dan Jadwal Tes Medis Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Hampir Gabung ke Feyenoord
-
Intip Latihan Persija Jakarta, John Herdman Beberkan Alasannya
-
Maarten Paes Dikontrak 3,5 Tahun Ajax Amsterdam
-
Di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam, Ada Restu Denny Landzaat dan Jordi Cruyff
-
Maarten Paes Tolak Feyenoord Pilih Ajax, Peran Jordi Cruyff dan Denny Landzaat Jadi Kunci
-
PSSI Ancam Tambah Regulasi Sanksi di Liga 4 Buntut Aksi Brutal Pemain