Suara.com - Kiper keturunan yang sedang menjalani proses naturalisasi, Maarten Paes menunjukkan tekadnya belajar bahasa Indonesia jelang tampil membela skuad Garuda.
Maarten Paes adalah salah satu nama yang sedang menjalani proses untuk mendapatkan status WNI. Sejatinya ia mengurus bersama Thom Haye dkk.
Akan tetapi, penjaga gawang berusia 25 tahun ini masih belum menyelesaikan proses naturalisasi. Paes belum disumpah WNI.
Hal itu karena kendala yang dialaminya terkait aturan FIFA. Namun, PSSI menegaskan kiper FC Dallas ini tetap akan diproses.
BACA JUGA: Maarten Paes Dianugerahi Gelar Pemain Terbaik di Liga Amerika Serikat
Kendati naturalisasinya terkendala, Paes menunjukkan bahwa dirinya punya tekad kuat untuk membela timnas Indonesia.
Baru-baru ini, ia membagikan momen sedang belajar bahasa Indonesia. Tentu ini diperlukan agar dirinya bisa cepat adaptasi ketika nantinya bergabung ke tim Merah Putih.
Momen belajar bahasa Indonesia Maarten Paes ini dibagikan via Instagram pribadinya. Ia belajar dengan aplikasi duolingo.
Adapun naturalisasi kiper kelahiran Belanda ini diharapkan bisa cepat rampung agar dirinya melakukan debut bulan Juni mendatang ketika timnas Indonesia melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina.
Baca Juga: PSSI Resmi Protes ke AFC, Dua Pihak Ini Paling Rugikan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23
Jika prosesnya selesai, maka Paes akan menjadi amunisi baru yang menjanjikan. Apalagi skuad Garuda hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke babak tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Sebelum Timnas Indonesia U-23, Nasrullo Kabirov Pernah Hadiahkan 3 Penalti di Satu Pertandingan untuk Qatar
-
Lupakan Pertandingan Komedi Melawan Qatar, Shin Tae-yong Minta Pemain Timnas Indonesia U-23 Fokus Hadapi Australia
-
Pelatih Australia Waspadai Timnas Indonesia U-23: 10 Pemain Mereka Main di Piala Asia Senior
-
Sindir Timnas Indonesia U-23, Thomas Doll Siap Kirim 5 Pemain Persija Lagi untuk Shin Tae-yong
-
Timnas Indonesia U-23 Dibikin Tidak Nyaman Jelang Melawan Qatar, Endri Erawan: Kami Semua Rugi Waktu
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi