Suara.com - Como 1907 dan Venezia memiliki peluang besar untuk promosi ke Serie A, kasta tertinggi Liga Italia, bersama Parma musim depan. Ini akan semakin memperkuat warna Indonesia di dunia sepakbola Eropa.
Dengan Como 1907 menempati posisi kedua dan Venezia di peringkat ketiga klasemen Serie B 2023/2024 dengan satu pekan tersisa, keduanya berada di jalur yang tepat untuk promosi ke Serie A.
Venezia, yang hanya tertinggal dua poin dari Como dengan total 70 poin, memiliki kesempatan untuk menyalip Como dalam laga pekan terakhir Serie B 2023/2024, dan secara otomatis promosi jika Como kalah dan Venezia menang.
Meskipun Venezia, yang diperkuat oleh bek Timnas Indonesia, Jay Idzes telah dipastikan lolos ke babak play-off untuk satu tiket promosi ke Serie A, mereka pasti berharap untuk memastikan promosi secara langsung.
Jay Idzes Andalan Venezia
Jay Idzes adalah salah satu pemain kunci di Venezia yang berhasil bersaing di papan atas Serie B, bersama Marin Sverko.
Telah bermain 24 kali di Serie B musim ini, sang bek sentral juga turut mencetak 2 gol dan menjadi pemain yang diandalkan salah satu tim legendaris di Italia tersebut.
Jika Venezia berhasil promosi ke Serie A, Jay Idzes akan menjadi pemain Timnas Indonesia ketiga yang memperkuat tim Serie A setelah Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy dulu sempat membela panji Sampdoria.
Como Dimiliki Pengusaha Indonesia
Baca Juga: Jajal PSIS dan Dua Tim Elite Malaysia di Turnamen Mini, Persija Belum Tentu Dipimpin Thomas Doll
Akhir pekan kemarin seharusnya menjadi momen bersejarah bagi Como 1907 dan Indonesia, tetapi hasil imbang melawan Modena menunda peluang mereka untuk promosi langsung ke Serie A.
Klub yang dimiliki oleh duo big boss Djarum, Michael dan Robert Hartono tersebut kini duduk di posisi kedua klasemen sementara Serie B.
Harapan publik Indonesia tentunya adalah melihat Como dan Venezia promosi bersama ke Serie A musim depan.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat