Suara.com - Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia vs Irak di Stadion GBK turut dihadiri oleh keluarga pemain. Salah satunya adalah ayah dari Thom Haye.
Ayah dari gelandang andalan Timnas Indonesia itu turut hadir di tribun Stadion GBK untuk mendukung anaknya di laga kontra Irak, Kamis (6/6) kemarin.
Kehadiran ayah Thom Haye itu kemudian terekam kamera dan diunggah oleh akun @seecccc_ di media sosial TikTok.
Terlihat ayah Thom Haye bergaya kasual mengenakan kaos berkerah warna abu dengan celana pendek warna putih dan kacamata hitam.
Sontak penampilan itu mengundang atensi netizen. Banyak yang kagum dan terpesona dengan penampilan ayah Thom Haye yang Fresh dan terlihat keren.
“Ayah Thom Haye auranya orang kaya di Jaksel,” bunyi komentar akun @in*****i_.
“Bapaknya Haye vibesnya kek om Arif Dirgantara,” bunyi komentar akun @ne**95.
“Bapaknya kek old money kaya suka main golf,” komentar akun @ou***p.
“Bapaknya Haye ini kaya bapak bapak yang main golf trus ketawa duit gtu dah,” bunyi komentar akun @th**********y.
Baca Juga: Satu Lagi Pemain Keturunan Indonesia Bersalaman dengan Erick Thohir, Main di Liga Yunani
Tak hanya memuji penampilannya, netizen juga melihat ayah Thom Haye terlihat seperti orang Indonesia. Sehingga muncul dugaan bahwa darah keturunan didapatkan dari ayahnya.
Tapi dari informasi yang beredar, darah Indonesia yang dimiliki Thom Haye ternyata bukan dari sang ayah, melainkan dari sang ibu.
Sang ibu diketahui memiliki darah Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, dan neneknya yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Terlepas dari kehadiran sang ayah di tribun Stadion GBK itu, Thom Haye sendiri tampil sebagai starter saat laga Timnas Indonesia kalah dengan skor 0-2 dari Irak.
Di laga tersebut, gelandang berusia 29 tahun tersebut hanya bermain selama 65 menit, sebelum digantikan oleh Ivar Jenner.
Laga kontra Irak itu menjadi laga kedua Thom Haye bersama Timnas Indonesia. Ia melakukan debutnya saat tim Merah Putih bertandang ke markas Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Satu Lagi Pemain Keturunan Indonesia Bersalaman dengan Erick Thohir, Main di Liga Yunani
-
Menpora Minta Pemain Timnas Indonesia Jangan Baper Dengar Kritik Pedas Suporter
-
Usai Timnas Kalah dari Irak, Ini Klasemen Sementara Grup F di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Menpora RI Optimis Timnas Indonesia Mampu Menang Lawan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Ayah Ibu Kasih Lampu Hijau, Justin Hubner Boleh Nikahi Wanita Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana