Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir angkat topi saat ini banyak ayah yang mengajak istri dan anaknya datang ke stadion menyaksikan langsung Timnas Indonesia bertanding. Oleh sebab itu, PSSI berkomitmen terus memperbaiki aspek keamanan dan kenyamanan suporter di stadion.
Grafik Timnas Indonesia yang belakangan menanjak memang memang membuat masyarakat kini sangat menggandrungi skuad Garuda.
Sebelumnya, Timnas Indonesia dominan didukung oleh para lelaki yang usianya masih terbilang muda.
Tapi, kali ini trennya berubah seiring dengan Timnas Indonesia asuhan pelatih Shin Tae-yong yang sedang naik daun. Hadirnya pemain-pemain keturunan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Para ayah kini banyak yang mengajak istri dan anaknya buat datang ke stadion menyaksikan Timnas Indonesia bertanding secara langsung. Tak cuma sampai di situ, kaum hawa juga tak kalah ramai dari para lelaki.
Bagi Erick Thohir, hal ini sangat positif. Sebagai bentuk apresiasi, lelaki yang juga menteri BUMN itu berkomitmen memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik lagi di stadion untuk suporter.
"PSSI terus berusaha menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menonton pertandingan Timnas Indonesia," tulis Erick di Instagram pribadinya, Minggu (9/6/2024).
"Dukungan penonton kini semakin luas berasal dari semua kalangan, termasuk perempuan dan anak-anak. Bahkan banyak bapak yang tak ragu mengajak istri dan anaknya menonton langsung laga Timnas Indonesia sekarang ini ."
"Selain aman dan nyaman, prestasi timnas yang semakin gemilang membuat semakin banyak para fans yang datang untuk melihat langsung idolanya bermain di lapangan hijau," papar Erick.
Baca Juga: Tak Bisa Ditawar Lagi, Justin Hubner Tegaskan Timnas Indonesia Haram Gagal Menang Lawan Filipina
Lebih lanjut, Erick mengaku pihaknya punya PR besar di level kompetisi klub Tanah Air. Keamanan dan kenyamanan harus dibenahi supaya serupa seperti ketika suporter menyaksikan tim nasional.
"Semoga rasa aman dan nyaman juga bisa dirasakan para suporter perempuan dan anak-anak di pertandingan liga," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Erick Thohir Ogah Sepak Bola Wanita Jadi Proyek Sesaat: IWL Harus Berumur Panjang
-
Timnas Indonesia Bisa Diuntungkan? Erick Thohir Buka Suara Soal India di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kevin Diks Amankan Tempat di Tim Utama, Pelatih Gladbach Yakin dengan Bek Timnas Indonesia
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara