Indonesia Gagal Tekuk Malaysia, Indra Sjafri Kasih Nilai Jelek untuk Taktik Herdman

Selasa, 29 September 2026 | 19:34 WIB
Indra Sjafri. (pssi.org)
BACA 10 DETIK
  • Indra Sjafri mengevaluasi permainan Indonesia yang bermain imbang 0-0 melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
  • Kartu merah Thom Haye pada menit ke-37 memaksa Indonesia bertahan rapat untuk mengamankan hasil akhir pertandingan.
  • Aksi disiplin Maarten Paes dan lini belakang berhasil menjaga gawang Indonesia tetap bersih hingga laga usai.

Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, memberikan evaluasi terhadap penampilan skuad Garuda saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Indra memberikan nilai tinggi untuk mental para pemain, tetapi menilai sistem permainan Indonesia masih membutuhkan pembenahan. Menurutnya, situasi pertandingan setelah kartu merah Thom Haye membuat Indonesia terlalu banyak bertahan.

"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," ujar Indra dalam keterangan resmi PSSI.

Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah.

Kondisi tersebut membuat skuad asuhan John Herdman lebih banyak bertahan untuk mempertahankan skor hingga pertandingan berakhir.

Justin Hubner optimistis Timnas Indonesia tetap berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. (Antara)

"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," kata Indra.

Meski mengkritik sistem permainan, Indra memberikan apresiasi besar terhadap mental dan perjuangan para pemain.

Bermain dengan 10 orang selama lebih dari 50 menit, Indonesia mampu menjaga gawang tetap bersih hingga peluit akhir.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," ujarnya.

Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting dalam upaya Indonesia mengamankan hasil imbang.

Paes melakukan sejumlah penyelamatan penting, sementara Justin Hubner juga melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan.

Malaysia memang lebih leluasa menekan setelah unggul jumlah pemain. Namun, penyelesaian akhir mereka tidak mampu menembus pertahanan Indonesia yang tampil disiplin hingga laga berakhir.

Indra menilai strategi bertahan rapat dapat menjadi solusi ketika tim berada dalam kondisi darurat.

Namun, menurutnya, pengalaman tersebut harus dijadikan bahan evaluasi agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa keluar dari tekanan ketika kehilangan pemain.

"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," kata pelatih yang membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023 tersebut.

"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," tambahnya.

Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan.

Malaysia juga mengumpulkan empat poin dan untuk sementara berada di posisi teratas grup. [Antara]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com