Suara.com - Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 2 zona Asia sudah berakhir digelar. Timnas Indonesia menjadi satu-satunya tim ASEAN yang berhasil lolos, tapi mengejutkannya Malaysia justru menjadi tim Asia Tenggara yang punya raihan terbaik.
Hal ini berdasarkan postingan dari akun X @theaseanball. Mereka membuat tangga klasemen bagi tim ASEAN yang ikut di round 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Mengejutkannya Malaysia dan timnas Indonesia punya poin yang sama, yakni 10 poin. Akan tetapi, Harimau Malaya justru menjadi yang tertinggi.
Sebab, tim asuhan Kim Pan-gon punya agresivitas gol lebih tinggi dengan menceploskan bola sembilan kali ke gawang lawan. Sedangkan timnas Indonesia terpaut satu.
Walau demikian, tangga klasemen ini tidak memengaruhi kelolosan. Sebab, timnas Indonesia adalah tim Asia Tenggara satu-satunya yang melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebagai runner up Grup F.
Adapun Malaysia yang punya koleksi poin sama dengan skuad Garuda, hanya bertengger di urutan ketiga karena kalah saing dari Kirgistan.
Kemudian di bawah Malaysia dan timnas Indonesia ada Thailand. Tim Gajah Perang juga gagal secara tragis karena kalah head to head dari China.
Lalu ada Vietnam di urutan keempat dan Filipina di posisi kelima. Dua tim ini berada dalam satu grup bersama timnas Indonesia.
Lalu dua posisi bawah ditempati oleh Singapura dan Myanmar. Keduanya kompak hanya meraih satu poin saja.
Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho 'Alih Profesi', Jadi Tukang Jagal Sapi Kurban
Berita Terkait
-
Pratama Arhan 'Roasting' Coach Justin di Depan Orangnya Langsung, Netizen Soroti Keberaniannya
-
Justin Hubner Tertawakan 5 Pemain Keturunan yang Dirumorkan Gabung Timnas Indonesia
-
Tim Analis Shin Tae-yong Sudah Memantau, Erick Thohir Lobi Pemain Liga Champions
-
Lapang Dada, Justin Hubner Akui Bikin Satu Kesalahan Fatal di Timnas Indonesia
-
Nathan Tjoe-A-On Kalah Telak, Sabreena Dressler Lebih Pilih Justin Hubner
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa