Suara.com - Mathew Baker dan Lucas Raphael, dua pemain diaspora dari Australia dan Amerika Serikat, telah dipanggil masuk dalam skuad final timnas Indonesia U-16 untuk Piala AFF U-16 2024 oleh pelatih Nova Arianto.
Mathew Baker, pemain klub Melbourne City U-16 asal Australia, telah dipilih sebagai bagian dari skuad timnas Indonesia U-16 untuk ASEAN Cup U-16 2024.
Dia dikenal sebagai pemain serba bisa yang dapat berperan sebagai bek tengah, bek kiri, dan gelandang tengah, dengan darah campuran Australia-Indonesia dari ibunya yang berasal dari Jakarta.
Lucas Raphael Lee, dari De Anza Force Soccer Club U-16 di MLS Next Amerika Serikat, juga termasuk dalam skuad tersebut.
Dilahirkan di Amerika Serikat dari orang tua WNI asal Bandung dan Solo, Lucas diakui memiliki kedekatan dengan Indonesia karena kedua orang tuanya memiliki paspor Indonesia.
Matt Baker, yang memiliki tinggi 178 cm, juga merupakan pemain serba bisa yang dapat bermain sebagai gelandang tengah maupun gelandang bertahan.
Dia dan Lucas Raphael Lee direkomendasikan oleh Tenaga Ahli Kemenpora bidang Diaspora, Hamdan Hamedan, yang telah menyerahkan database pemain keturunan kepada Nova Arianto sejak Februari 2024.
Mereka adalah bagian dari puluhan nama pemain diaspora Indonesia U-16 yang fokus pada yang lahir tahun 2008 dan memiliki atau dapat memiliki paspor Indonesia, tanpa melalui proses naturalisasi.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Baca Juga: Persik Kediri Resmi Datangkan Eks Kapten Timnas Indonesia Evan Dimas
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan