Suara.com - Pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, mengakui bahwa lambatnya distribusi bola menjadi salah satu faktor utama kekalahan timnya atas Spanyol di laga kedua grup B Piala Eropa 2024.
"Kami bermain terlalu lamban malam ini. Itulah alasan utama kekalahan ini," ujar Spalletti dikutip dari laman resmi Euro 2024.
Spalletti menambahkan bahwa timnya harus belajar dari kekalahan ini dan meningkatkan kecepatan distribusi bola agar bisa bersaing dengan tim-tim kuat seperti Spanyol.
Spanyol Dominan, Italia Gigit Jari
Spanyol tampil dominan sepanjang pertandingan dan berhasil mengunci kemenangan melalui gol bunuh diri Riccardo Calafiori di menit ke-54. Italia yang berusaha mengejar ketertinggalan, gagal mencetak gol balasan dan harus mengakui keunggulan La Roja.
Spalletti memuji penampilan Spanyol yang bermain dengan tempo tinggi dan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Ia pun menginstruksikan para pemainnya untuk belajar dari gaya permainan Spanyol.
Evaluasi dan Tantangan Berat Menanti
Kekalahan ini membuat Italia berada di peringkat kedua klasemen grup B dengan 3 poin dari dua pertandingan. Sementara Spanyol memimpin klasemen dengan 6 poin dan sudah memastikan tiket ke babak 16 besar.
Spalletti menegaskan bahwa timnya harus segera melakukan evaluasi dan berbenah diri untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Ia pun optimis bahwa Italia masih memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026