Suara.com - Puluhan pemain telah menjalani proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia, namun hanya sedikit yang berhasil menonjol di level timnas maupun klub.
Salah satu yang sukses adalah Cristian Gonzales. Menurut Transfermarkt, Gonzales tampil sebanyak 32 kali untuk Timnas Indonesia sejak debutnya pada 2010, dengan 13 gol untuk Skuad Garuda sebelum ia pensiun.
Prestasinya menjadikannya penyerang naturalisasi terkemuka di Timnas Indonesia.
Data juga mencatat bahwa Cristian Gonzales merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Indonesia dengan 249 gol. Dia juga memenangkan gelar Liga Indonesia bersama Persik Kediri pada tahun 2006.
Berikut tiga pemain naturalisasi yang memiliki Performa imbang di klub dan timnas.
1. Marc Klok
Marc Klok menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) sejak November 2020, tetapi baru bisa membela Timnas Indonesia pada Juni 2022.
Sejak itu, gelandang asal Amsterdam, Belanda, telah bermain sebanyak 19 kali untuk Timnas, mencetak empat gol dan memberikan satu assist.
Selama berkarier di Indonesia sejak 2017, Klok meraih dua gelar bergengsi, yaitu Piala Indonesia 2018/2019 bersama PSM Makassar dan BRI Liga 1 2023/2024 bersama Persib Bandung.
Baca Juga: Garang di Euro 2024, 'Guru Olahraga' Ralf Rangnick Bungkam Mulut Besar Cristiano Ronaldo
2. Jay Idzes
Jay Idzes baru dinaturalisasi pada Maret 2024, tetapi bek berusia 24 tahun itu telah memenangkan hati suporter Timnas Indonesia dengan menunjukkan kualitasnya.
Sejak itu, Idzes sudah tampil tiga kali sebagai starter untuk Timnas, mencatatkan satu gol dan satu kartu kuning.
Bersama Venezia musim lalu, Idzes tampil sebanyak 30 kali, mencetak tiga gol dan mengumpulkan empat kartu kuning, serta membantu tim naik ke Serie A.
3. Alberto Goncalves
Pada 2018-2019, Timnas Indonesia merasakan ketajaman Alberto Goncalves, yang mencetak sepuluh gol dari 12 penampilannya bersama Skuad Garuda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Dari Buruh Pabrik ke Piala Dunia 2026: Cinta Sang Istri Jadi Bahan Bakar Deniz Undav
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Hormati Ajaran Islam! FIFA Ubah Trofi Man of The Match Piala Dunia 2026
-
Iran dan Mesir Lawan Agenda LGBTQ di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA Bilang Begini
-
Pemain Bosnia 18 Tahun Kerim Alajbegovic Sukses Lewati Rekor Messi di Piala Dunia
-
Jawaban Cristiano Ronaldo Ditanya Soal Lionel Messi di Piala Dunia 2026
-
Mees Hilgers Mangkir dari Latihan FC Twente, Masa Depannya Makin Runyam
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain