Suara.com - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jens Raven meninggalkan tim jelang bergulirnya Piala AFF U-19 2024 pada Juli mendatang. Ia harus kembali ke negara asalnya untuk menyelesaikan urusan sekolah.
Piala AFF U-19 2024 berlangsung di Surabaya pada 17-29 Juli. Timnas Indonesia U-19 berada di Grup A bersama Timor Leste, Kamboja, dan Filipina.
Timnas Indonesia U-19 saat ini tengah menjalani training camp (TC) di Jakarta. Total, ada 33 pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan termasuk Jens Raven.
Itu berarti terkini ada 32 pemain sepeninggal Jens Raven. Namun, pemain 18 tahun itu akan kembali ke Timnas Indonesia U-19 saat sudah ke Surabaya.
"Yang sudah oke, Jens Raven nanti dia akan kembali ke sini, karena dia harus menyelesaikan sekolahnya," kata Pelatih Timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri di Stadion Madya, Jakarta, Senin (1/7/2024).
"Setelah itu dia kembali ke klub 2 hari, tanggal 7 (Juli ke Indonesia). Setelah itu dia langsung akan gabung di Surabaya," jelasnya.
Lebih lanjut, Indra menjelaskan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan diri menatap Piala AFF U-19. Nantinya, pemain akan dikerucutkan dari 33 menjadi 23.
"Kami sudah melakukan latihan dengan fokus persiapan AFF dan tahapan selanjutnya kami akan mengurangi dari 32 pemain menjadi 26 pemain dalam minggu ini," jelasnya.
"Setelah itu kita fokus ke taktikal menghadapi fase grup. Di mana kita bergabung dengan tim-tim yang sudah bisa dilihat kemarin. Dari 26 pemain itu nanti hanya boleh 23 pemain, jadi kami masih mengurangi 3 pemain," sambungnya.
Baca Juga: 2 Fakta Persaingan Top Skor Piala AFF U-16 2024, Pemain Indonesia Banyak Saingan
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi