Suara.com - Pemain naturalisasi bukan hal yang asing bagi Timnas Indonesia, lebih dari satu dekade program ini dipakai meningkatkan kualitas tim nasional, sayangnya tak semua pemain bisa bermain.
Banyak pemain naturalisasi yang hingga kini belum mendapat kesempatan bermain untuk Timnas Indonesia, dengan berbagai alasan.
Padahal di masa lalu sudah ada puluhan pemain asal luar negeri yang rela berganti kewaranegaraan demi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI).
Tentu hal itu disayangkan, namun jika melihat lebih jauh lagi, dapat dipahami mengapa para pemain tersebut urung dipanggil ke timnas.
Lantas siapa saja mereka? berikut di antaranya, pemain naturalisasi yang belum pernah membela Timnas Indonesia.
1. O.k Jhon
Pemain asal Nigeria yang kini berusia 40 tahun, O.k Jhon mendapatkan status WNI pada 2018, usia bisa jadi alasan dirinya tidak dipanggil ke timnas.
Sejumlah klub besar pernah dibelanya, mulai dari Persija Jakarta, Persebaya Surabaya hingga Madura United.
Terakhir ia bermain di musim 2022/2023 bersama RANS Nusantara FC di Liga 1.
2. Guy Junior Ondoua
Guy Junior pemain asal kamerun yang sudah berkarier di Indonesia sejak 2005, beberapa klub besar pernah ia bela.
Mulai dari PSM Makassar, Madura United hingga PSS Sleman, status WNI didapat Guy Junior pada 2016 lalu.
Meski performana di level klub termasuk fantastis, hingga saat ini Guy Junior belum pernah dipanggil ke timnas.
3. Fabiano Beltrame
Siapa yang tak tahu Fabiano Beltrame, kariernya di Liga Indonesia begitu cemerlang sejak masih berkostum Persela Lamongan.
Banyak klub yang sudah dibela Fabiano, termasuk Arema Cronus, Persija Jakarta, Madura United, Persib Bandung hingga Persis Solo.
Kini Fabiano termasuk dalam skuad top PSBS Biak, meski begitu performanya belum membuat sang pemain dipanggil Timnas Indonesia.
4. Silvio Escobar
Silvio Escobar, pemain asal Paraguay yang saat ini masih aktif bermain di kasta kedua kompetisi Tanah Air bersama Persela Lamongan.
Escobar tak hanya menyandang status WNI, tetapi juga memiliki istri asli Indonesia, bernama Merry Marsita yang dinikahinya pada 2016.
5. Zoubairou Garba
Nama Zoubairou Garba mencuat saat ia bermain untuk PSIS Semarang saat kompetisi Tanah Air masih bertajuk Liga Indonesia.
Status WNI baru Zoubairou dapatkan pada 2019 lalu, dan pada 2021 ia sempat bermain di Liga Malaysia bersama Perak FC.
6. Mohammadou Al Hadji
Mohammadou Al-Hadji mendapatkan status WNI pada Januari 2018, setelah menjalani proses naturalisasi.
Banyak klub Indonesia yang pernah ia bela mulai dari PKT Bontang, Persik Kediri, PSMS Medan hingga Barito Putera
Sejumlah klub Liga 1 pun pernah ia bela, mulai dari PSIS Semarang dan Persebaya Surabaya, meski begitu performanya belum menarik timnas.
7. Yu Hyun-koo
Hasrat Yu Hyun-koo mendapat status naturalisasi muncul sejak 2016 silam saat masih membela Sriwijaya FC.
Namun kesempatan baru muncul pada 2020 ketika Semen Padang mencoba memberinya bantuan, saat itu ia juga tercatat pemain Kabau Sirah.
Namun proses itu dihentikan oleh manajemen, hingga di usianya yang ke-37 tahun kesempatan naturalisasi datang saat ia berlatih bersama Muba United pada 2021.
8. Lee Yoo-joon
Kompatriot Yu Hyun-koo ini mendapatkan status WNI pada Agustus 2022 saat masih berseragam Madura United.
Meski begitu, hingga saat ini Lee Yoo-joon belum mendapat kesempatan bermain di timnas karena tidak mendapatkan panggilan.
Kini usianya sudah 35 tahun, menarik dinantikan jika Shin Tae-yong nantinya membutuhkan tenaga seorang Lee Yoo-joon
9. Herman Dzumafo
Herman Dzumafo pemain asal Kamerun yang berhasil mendapatkan status WNI pada 2017, sosoknya masih aktif bermain di Liga 2 Indonesia.
Status WNI didapat Herman Dzumafo setelah 10 tahun berkarier di Indonesia, tepatnya sejak 2007 saat membela PSPS Pekanbaru.
Sejumlah klub besar pun pernah ia bela, termasuk Arema FC, Persib Bandung, Persela Lamongan hingga Bhayangkara FC.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Bisa Juara Piala AFF U-19 2024, Statistik Indra Sjafri di Kelompok Umur Beneran Mengerikan
-
Bawa 28 Pemain, Indra Syafri Lanjutkan TC Timnas Indonesia U-19 ke Surabaya
-
Berkah Gabung Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Jadi Bek Kiri Termahal di Asia
-
AFF Cup U-19: Peluang Indonesia Lolos Fase Grup Terbuka Lebar?
-
Shin Tae-yong Ungkit Lagi Peluang Latih Korsel: Seandainya Saya...
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Real Madrid Hancur dari Dalam! Los Blancos Bakal Hukum Berat Valverde dan Tchouameni?
-
Klarifikasi Federico Valverde Usai Dilaporkan Ribut dengan Aurelien Tchouameni
-
Bomber Persib Andrew Jung Tak Sabar Bantai Persija di Samarinda
-
Persija vs Persib Digelar di Samarinda, Dirigen Viking Yana Umar Bilang Begini
-
Persipura Jayapura Siap Mati-matian Hadapi Adhyaksa demi Tiket Promosi
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Erick Thohir Tak Ikut Campur soal Hasil Piala AFF U-19 2026
-
Crystal Palace Ukir Sejarah, Tantang Rayo Vallecano di Final Liga Conference
-
Pelatih Sassuolo Bagikan Kabar: Kondisi Jay Idzes Sedikit Lebih Buruk