"Kita enggak bisa minta hasil cepat, semua ada prosesnya. Jadi menurut saya Piala Asia nanti jangan lihat hasilnya, lihat prosesnya," ujar Rochy.
Ia menilai Shin Tae-yong telah menunjukkan kerja kerasnya dalam membangun mentalitas dan gaya bermain baru Timnas.
Rochy membandingkan pendekatan Shin Tae-yong dengan Luis Milla.
"Luis Milla punya pendekatan style dan taktik bermain, sedangkan Shin Tae-yong itu mindset untuk berani fight," ungkapnya.
Menurutnya, Shin Tae-yong telah membawa angin segar bagi Timnas Indonesia.
"Coba lihat, pelatih mana yang membawa Timnas Indonesia bisa mencetak gol dan menang kalau bermain di kandang lawan? Ya hanya Milla dan Shin Tae-yong," tegasnya.
Rochy meyakini, kesuksesan tim nasional membutuhkan waktu dan kerja sama semua pihak.
Ia mencontohkan klub Unsa Asmi yang baru 27 tahun setelah didirikan bisa berkompetisi di Liga 3.
Ia pun mendorong pembenahan dari Askot, Askab, Asprov, hingga PSSI untuk menghasilkan generasi pesepakbola yang berkualitas.
Baca Juga: Link Live Streaming dan Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Filipina di Piala AFF U-19 2024
Profil Rochy Putiray
Lahir di Situbondo pada 26 Juni 1970, Rochy Melkiano Putiray menjelma menjadi legenda sepak bola Indonesia. Sosoknya tak hanya dikenal di tanah air, tapi juga di kancah internasional.
Karier Rochy dimulai bersama Arseto Solo, di mana ia mengukir prestasi gemilang dengan 177 gol dari 219 pertandingan.
Ketajamannya di lapangan mengantarkannya ke tim nasional Indonesia, di mana ia turut mengantarkan Merah Putih meraih medali emas SEA Games 1991.
Kesuksesan Rochy menarik perhatian Calude Leroy, pelatih timnas Malaysia saat itu.
Claude bahkan memuji Rochy dalam sebuah wawancara media, membuat namanya semakin dikenal.
Sayangnya, mimpi Rochy untuk bermain di Eropa harus tertunda. Uji coba bersama Auxerre di usia 24 tahun gagal karena dianggapnya terlalu tua.
Rochy tak patah semangat. Ia melanjutkan karirnya di Hong Kong bersama Instant-Dict FC.
Di sana, ia berhasil membawa klubnya meraih gelar runner-up liga utama dan FA Cup Hong Kong pada musim 2000-2001.
Salah satu momen paling berkesan dalam karir Rochy adalah saat ia berhasil membobol gawang AC Milan sebanyak dua kali.
Pertandingan melawan raksasa Italia itu terjadi pada musim 2003-2004 bersama Kitchee SC.
Sekembali dari Hong Kong, Rochy kembali berlaga di Indonesia, membela klub-klub seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, PSS Sleman, PSPS Riau, dan Sriwijaya FC.
Dedikasi dan kegigihannya menjadikannya salah satu legenda sepak bola Indonesia yang tak terlupakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Predisi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Iran Akan Ajukan Keluhan ke FIFA Terkait Pembatasan Selama Piala Dunia 2026
-
10 Pelatih Piala Dunia 2026 dengan Gaji Selangit: Ancelotti Termahal, Scaloni Tak Masuk
-
Andrew Robertson Ingin Skotlandia Ciptakan Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Bintang Baru Timnas Swiss! Johan Manzambi Menggila di Stadion Los Angeles
-
Momen Langka Adam Alis hingga Ajat Sudrajat Berbagi Lapangan, Reuni Lintas Generasi Persib Bandung
-
Hajime Moriyasu Bikin Publik Jepang Terbelah Gegara Minta Foto Bareng Harry Kane
-
Respon Berkelas Pelatih Timnas Korea Selatan Kalah Menyakitkan dari Meksiko
-
Cristiano Ronaldo Dihina Seantero Jagat Kiper Austria Pasang Badan: Saya Tim CR7
-
Piala Dunia 2026 Memanas! Iran Siap Gugat AS, FIFA Bakal Bela Mati-matian?