Suara.com - Maarten Paes kiper keturunan Indonesia - Belanda disebut-sebut akan bergabung dengan Empoli, klub yang bermain di Liga Italia Serie A. Sebagai pemain keturunan Indonesia, publik pun bertanya-tanya berapa tinggi badan Maarten Paes?
Saat ini, Maarten Paes bermain untuk FC Dallas di MLS. Paes lahir pada 14 Mei 1998 di Nijmegen, Belanda, dan memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Kediri, Jawa Timur. Meski sudah dinaturalisasi, hingga kini Maarten Paes belum bisa bermain untuk Timnas Indonesia karena masih terkendala regulasi FIFA.
Meski begitu masa depannya di klub profesional terlihat cemerlang, setelah guru transfer Italia Fabrizio Romano menyebut Maarten Paes sudah menyepakati akan bergabung dengan Empoli. "Negosiasi sedang berlangsung untuk peminjaman (Maarten Paes) plus kewajiban pembelian," cuit Fabrizio Romano di media sosial X, tertanggal 13 Juli 2024.
Tinggi Badan Maarten Paes
Bagi yang penasaran dengan tinggi badan Maarten Paes, tak perlu khawatir karena Suara.com sudah menemukan jawabannya. Melansir laman Transfermarkt, Maarten Paes memiliki tinggi badan 192 cm alias 1,92 meter.
Sebagai seorang penjaga gawang, tinggi badan Maarten Paes tergolong ideal untuk menunjang performa di lapangan. Bahkan dirinya lebih tinggi daripada beberapa kiper langganan Timnas Indonesia lainnya, seperti Andritany Ardhiyasa (185 cm), Nadeo Argawinata (189 cm),
Ernando Ari Sutaryadi (187 cm), Muhamad Ridho (182 cm).
Keunggulan tinggi badan ini dapat menjadi keuntungan bagi Maarten Paes dalam mengawal gawang, seperti:
- Jangkauan yang lebih luas: Maarten Paes dapat menjangkau bola dengan lebih mudah, terutama pada tembakan tinggi ke arah gawang.
- Meminimalisir kebobolan: Tinggi badan yang ideal membantu Maarten Paes dalam memotong umpan silang dan bola-bola atas dengan lebih efektif.
- Meningkatkan rasa percaya diri: Keunggulan fisik dapat meningkatkan kepercayaan diri
- Maarten Paes dalam menjaga gawang Timnas Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa tinggi badan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan seorang kiper. Kemampuan individu seperti reflek, kelincahan, dan pengambilan keputusan juga sangat penting.
Sebagai pemain naturalisasi baru, Maarten Paes masih perlu menunjukkan kemampuannya dan bersaing dengan kiper-kiper Timnas Indonesia lainnya untuk mendapatkan tempat utama di penjaga gawang.
Baca Juga: Penyerang Naturalisasi Ini Turun ke Liga 2 Indonesia, Masanya Sudah Habis?
Karier Maarten Paes
Maarten Paes memulai karier sepak bolanya di akademi VV Union pada tahun 2012 sebelum pindah ke NEC pada tahun 2015. Pada tahun 2018, ia bergabung dengan akademi Utrecht U-21 dan setahun kemudian dipromosikan ke tim senior FC Utrecht. Bersama FC Utrecht, Paes tampil dalam 48 pertandingan dan mencatatkan 12 clean sheets. Pada tahun 2022, ia pindah ke MLS dan bergabung dengan FC Dallas dengan status pinjaman sebelum akhirnya transfernya dipermanenkan.
Pada musim 2023-2024, Paes tampil impresif dengan mencatatkan 25 penampilan dan 5 clean sheets bersama FC Dallas. Penampilannya yang konsisten membuatnya terpilih masuk dalam MLS All-Star 2024 bersama bintang-bintang dunia seperti Lionel Messi dan Luis Suarez.
Berita Terkait
-
Bung Binder Punya Bocoran Nama Pemain Keturunan yang Dinaturalisasi Jelang Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Siapa?
-
Kemenangan Telak Timnas Indonesia U-19 Bikin Thailand dan Vietnam Gemetar, Media Asing: Buah Naturalisasi?
-
Contek Timnas Indonesia! Begini Cara Vietnam Naturalisasi Pemain Slovakia
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Aston Villa Tantang Indonesia All Stars di Stadion GBK Awal Agustus 2026
-
Mohamed Salah Menggila, Timnas Mesir Petik Kemenangan Perdana dan Buka Peluang ke 32 Besar
-
Thibaut Courtois Dekati Rekor Setelah Cetak Clean Sheet Kontra Iran di Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Kirim Pesan untuk Jakmania: Tak Janjikan Persija Menang Terus, Tapi..
-
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Prancis, Irak Siap Hadirkan Kejutan Bersejarah
-
Sanksi FIFA Halangi Persib Bandung Umumkan Luka Menalo Sebagai Rekrutan Baru
-
Klub Super League Wajib Pakai Pelatih Lokal Mulai Musim 2026/2027
-
Iran Merasa Dianaktirikan di Piala Dunia 2026, Amir Ghalenoei Lontarkan Sindiran
-
Nyaris Liburan, Zico Kini Jadi Pahlawan Mesir di Piala Dunia 2026
-
Cerita Jeda Babak Pertama Mesir yang Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026