Suara.com - Shin Tae-yong memiliki pengalaman positif saat memimpin Timnas Indonesia U-23 melawan Australia di Piala Asia U-23 2024. Meski demikian, juru taktik asal Korea Selatan enggan sesumbar jelang tim senior menghadapi Socceroos di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Timnas Indonesia U-23 berhasil membungkam Australia dengan skor 1-0 dalam matchday kedua Grup A Piala Asia U-23 2024. Saat itu, gol semata wayang Merah Putih dicetak Komang Teguh.
Hasil itu menjadi modal berharga bagi Shin Tae-yong jelang memimpin Timnas Indonesia di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan dimulai pada September mendatang.
Timnas Indonesia diketahui akan bersaing dengan tim-tim kuat yakni Jepang, Australia, Arab Saudi, China dan Bahrain.
Laga kontra Australia jelas menjadi sorotan. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada 10 September 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur.
Meski punya modal kemenangan di level U-23, Shin Tae-yong ogah sesumbar karena level tim senior jelas berbeda dengan kelompok umur.
Apalagi, Timnas Indonesia juga belum lama ini dihajar Australia dengan skor 0-4 dalam babak 16 besar Piala Asia 2023 pada Januari 2024 lalu.
"Kami tak boleh sombong, karena nanti bisa dikritik. Kami harus melihat persaingannya lebih cermat," kata Shin Tae-yong saat menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube Lee Gyeong-gyu, dikutip Suara.com pada Kamis (18/7/2024).
Meski enggan meninggi, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia sejatinya di atas kertas tidak kalah jauh dibanding tim asuhan Graham Arnold. Salah satu aspek yang dinilai seimbang adalah postur pemain.
Baca Juga: Jens Raven Ungkap Pesan Menyentuh Usai Cetak Gol Perdana di Timnas Indonesia U-19
"Timnas Indonesia secara rata-rata tinggi pemain sama dengan Australia. Jadi dari segi fisik kami tidak kalah. Bahkan dengan Korea Selatan, Indonesia unggul tinggi rata-rata sekitar 3 cm," kata Shin Tae-yong.
Berita Terkait
-
Hasil Australia U-19 vs Laos di Piala AFF U-19 2024: Young Socceroos Pesta 6 Gol
-
Satu Kebiasaan Suporter Timnas Indonesia yang Bikin Heran Shin Tae-yong, Warga Korea Sampai Kaget
-
Apa Itu Copa Tejas? Trofi yang Baru Saja Dimenangkan Maarten Paes Bersama FC Dallas
-
Meski Berstatus Bebas Transfer, Klub yang Gaet Marselino Ferdinan Harus Bayar Kompensasi ke KMSK Deinze?
-
Momen Jens Raven Cium Garuda di Dada usai Cetak Gol Debut untuk Timnas Indonesia U-19
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial