Suara.com - Striker Timnas Indonesia, Jens Raven menjadi perbincangan setelah golnya mengantarkan Garuda Muda menang telah atas Filipina U-19.
Pemain keturunan Belanda-Indonesia itu menjadi bagian dari tim asuhan Indra Sjafri yang berlaga di ASEAN U-19 Boys Championship atau yang dulu bernama Piala AFF U-19.
Jens Raven mencetak gol perdana di ajang tersebut saat Timnas Indonesia U-19 melibas Filipina dengan skor 6-0.
Pada laga kedua melawan Kamboja, Jens Raven kembali dimainkan. Dia masuk sebagai pemain pengganti. Hanya saja, sang striker belum mencetak gol pada pertandingan keduanya.
Profil Jens Raven
Jens Raven merupakan pemain keturunan yang lahir di Belanda pada 12 Oktober 2005. Pemain dengan tinggi 189 cm itu memulai kariernya di akademi SV Nootdorp.
Kemudian pindah ke akademi FC Dordrecht, klub kasta kedua Liga Belanda. Bersama FC Dordrecht U21 telah mencetak 6 gol dalam 20 laga. Jens Raven merupakan tipikal striker modern yang mampu membantu pertahanan dan membuka ruang.
Darah Indonesia Jens Raven
Pemain 18 tahun tersebut memiliki darah Indonesia dari sang nenek dari ayahnya yang berasal dari Yogyakarta.
Baca Juga: Piala AFF U-19: Ambisi Timnas Indonesia Jaga Clean Sheet, Bisa Redam Timor Leste?
Dalam wawancaranya di kanal YouTube Yussa Nugraha, Jens Raven menceritakan neneknya dulu tinggal di Yogyakarta. Sebelum akhirnya pindah ke Belanda di masa sulit.
Nenek Jens Raven pindah ke Belanda saat masa perang berkecamuk di sejumlah belahan dunia. "Omaku, dia dari Yogyakarta dan saat perang dulu dia naik kapal pindah ke Belanda dan dari situ dia tinggal di sini," ujarnya dikutip.
Dia juga mengaku masih memiliki keluarga dari neneknya yang tinggal di Indonesia. "Masih ada keluarga dari omaku yang tinggal di Indonesia aku belum kenal mereka tapi mereka juga keluargaku di Indonesia," katanya.
Di beberapa kesempatan wawancara dengan media, Jens Raven mengaku juga akrab dengan masakan Indonesia. Neneknya sering membuatkan soto, nasi goreng, dan gado-gado.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara