Terakhir kali pertemuannya dengan Negeri Gajah Perang itu, pelatih asal Batang Kapas, Sumatera Barat tersebut berhasil mengakhiri puasa panjang 32 tahun Indonesia tanpa raihan medali emas cabang olahraga sepak bola di SEA Games.
Di Stadion Phnom Penh, Kamboja, Indonesia "berbuka" setelah lima gol yang dicetak Ramadhan Sananta (21', 45+5'), Irfan Jauhari (91'), Fajar Fathur Rahman (107'), dan Beckam Putra (120') mengakhiri perlawanan sengit Thailand yang hanya mampu memberi perlawanan dua gol melalui Anan Yodsangwal (65') dan Yotsakorn Burapha (90+8') pada waktu normal di laga itu.
Pada pesta olahraga se-Asia Tenggara itu, Indonesia meraih medali emas dengan catatan selalu menang dari enam laga yang dimainkan, menjadi tim tersubur dengan mencetak 21 gol dan menjadi tim paling baik di barisan pertahanan setelah hanya kebobolan lima gol.
Dua pemain mereka, Fajar Fathur Rahman dan Ramadhan Sananta juga memuncaki daftar pencetak gol terbanyak setelah meraih lima gol dari enam laga.
Keduanya menjadi pencetak gol terbanyak bersama pemain Vietnam Nguyen Van Tung.
Sepak bola Thailand kini cukup akrab di benak Indra dan dengan kenangan indahnya di Phnom Penh, pria 61 tahun itu menyambut positif reuninya dengan negara yang memiliki ibu kota Bangkok tersebut yang sedang mencari gelar keenamnya.
"Thailand tadi juga menang dan akhirnya ketemu lagi dengan Thailand," katanya pada sesi jumpa pers setelah laga melawan Malaysia, Sabtu (27/7).
Dengan waktu istirahat dari pertandingan terakhir hanya satu hari sejak kemenangan pada laga semifinal melawan Malaysia dengan skor 1-0, Sabtu (27/7) lalu, Indra Sjafri mempersiapkan laga final yang dimainkan pada Senin (29/7) nanti dengan fokus memulihkan fisik dan menguatkan mental para pemainnya.
"Alhamdulillah kita bisa mencapai final dan besok tanggal 29 malam kita akan melakukan pertandingan pamungkas melawan Thailand. Antara semifinal dan final kita hanya punya waktu satu hari," kata pelatih 61 tahun itu melalui keterangan resminya yang diterima ANTARA di Surabaya, Minggu.
"Oleh sebab itu yang paling penting kami tim pelatih melakukan bagaimana recovery pemain benar-benar pulih," tambahnya.
Indonesia sempat dijadwalkan melakukan persiapan terakhir untuk menatap final di Lapangan THOR, Surabaya, Minggu pada pukul 15.30 WIB.
Namun, pada hari yang sama, agenda latihan itu dibatalkan dan Indra menggantinya dengan sesi pemulihan fisik di kolam renang dan penguatan mental bersama psikolog tim.
"Dengan mepetnya waktu itu, kami hanya membuat sesi di kelas yaitu ada sesi psikolog. Bagaimana kesiapan mereka secara mental untuk pertandingan besok," katanya.
"Dan sore hari jam 4 kita melakukan recovery secara fisik di kolam renang. Para pemain yang tidak main kita lakukan sesi yang berbeda," imbuhnya.
Sesi singkat itu, kata Indra, berjalan baik dan kini kondisi fisik Dony Tri Pamungkas dan kawan-kawan sudah pulih, setelah juga dibantu kinerja tim medis yang menurutnya "bekerja sangat baik" dengan inovasi yang dilakukan sejak hari pertama Piala AFF U-19 2024.
"Alhamdulillah sampai siang hari ini para pemain mulai secara perlahan pulih. Tim medis kita bekerja sangat baik melakukan terobosan-terobosan bagaimana supaya recovery mereka cepat pulih," ucapnya.
Selain selesai pemulihan fisik dan mental, sesi pada hari ini juga diisi dengan mempersiapkan strategi terbaik tim untuk mencari celah menaklukkan Thailand demi menjemput kemenangan kembali di Piala AFF U-19 setelah 11 tahun lamanya berlabuh di negara tetangga.
Berita Terkait
-
Jadwal Pertandingan Final Piala AFF U-19 2024 dan Rebutan Juara Ketiga: Indonesia vs Thailand, Australia vs Malaysia
-
Kisah Timnas Indonesia Dibantai 6 Gol Thailand di Piala AFF U-19, Jangan Sampai Terulang di Final Hari Ini
-
Akses Nonton Gratis Final Timnas Indonesia vs Thailand di Piala AFF U-19, Ada Juga yang Berbayar
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor