Suara.com - Indra Sjafri mengatakan bahwa dirinya masih mengincar lima pemain diaspora yang diproyeksikan memperkuat timnas Indonesia U-19 atau U-20.
Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri baru saja meraih prestasi juara Piala AFF U-19 2924. Di ajang tersebut, ada pemain diaspora seperti Welber Jardim dan Jens Raven.
Selanjutnya perjuangan Garuda Nusantara akan lebih berat. Pasalnya anak asuh Indra Sjafri menatap Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.
Timnas Indonesia U-19 tergabung bersama Yaman, Timor Leste, dan Maladewa. Nantinya laga tersebut akan dimainkan di Jakarta.
Menatap Kualifikasi Piala Asia U-20 2024, Indra Sjafri menjadwalkan TC di Korea Selatan. Di sana Garuda Nusantara juga akan melakoni laga uji coba menghadapi Argentina, Korea, dan Thailand.
Nah untuk memperkuat tim, pelatih asal Sumatera Barat ini menjelaskan bahwa dirinya masih mengincar lima pemain diaspora agar bisa memperkuat timnas Indonesia U-19.
"Ada lima pemain (yang diincar), tapi kan jangan dipikir segampang itu. Ada yang diincar lima. Kita juga harus realistis jujur kalau nanti kita lolos untuk level dunia kita memang harus nambah," ucap Indra Sjafri dikutip dari wawancara di YouTube Arya Sinulingga.
Dari penuturan Indra Sjafri, dua pemain itu di antaranya adalah Dion Markx serta Tim Geypens. Mereka sudah melakoni trial bersama saat Toulon Cup 2024.
Bahkan Dion Markx dan Tim Geypens diupayakan bakal dibawa ke TC Korea Selatan. Akan tetapi, PSSI masih berkomunikasi dengan pihak klub.
Baca Juga: Masya Allah! Indra Sjafri Singgung Hadist Nabi Muhammad SAW saat Bela Arkhan Kaka dari Bully Netizen
"Lagi proses, cuma ya proses butuh waktu dan kemungkinan saran dari Pek Ketum kemarin, Dion (Markx) sama Tim (Geypens) bisa gak dibawa ke Korea. Ini lagi dikomunikasikan dengan klub, sambil berjalan dengan administrasi perbantuan kewarganegaraan dia juga perlu adaptasi dengan tim," imbuhnya.
Meski begitu, nama-nama pemain diaspora lain yang sedang menjadi incaran untuk memperkuat timnas Indonesia U-19 tidak dibeberkan oleh Indra Sjafri
Berita Terkait
-
Tiga Gol dan Performa Istimewa Bawa Kadek Arel Priyatna ke Pintu Klub-Klub Besar Eropa
-
Duet Combo: Eko Purdjianto, Indra Sjafri dan Rahasia di Balik Tiga Gelar Juara Timnas Indonesia
-
Jens Raven Out, 2 Pemain Keturunan Disiapkan Bela Timnas Indonesia U-19 di Korea Selatan
-
Indra Sjafri Usahakan Cuma Bawa 2 Pemain Keturunan ke Korea, Mauresmo Hinoke Batal Dinaturalisasi?
-
Persiapan TC di Korea, Jens Raven Justru Tinggalkan Timnas Indonesia, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan