Pemain muda berbakat ini telah menjadi bintang turnamen dengan mencetak dua gol dan memberikan empat assist.
Kemampuan dribbling, visi bermain, dan kemampuan mencetak golnya menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Taktik Prancis: Fleksibilitas dan Kreativitas
Di bawah asuhan Thierry Henry, Prancis menampilkan gaya permainan yang fleksibel. Mereka dapat bermain dengan formasi 4-3-3 diamond atau 4-3-1-2, tergantung pada situasi pertandingan.
Fokus utama mereka adalah membangun serangan dari bawah, dengan para bek sayap yang aktif membantu serangan.
Olise berperan penting dalam skema serangan Prancis. Ia dapat beroperasi sebagai nomor 10, tetapi seringkali turun ke sayap kanan untuk memberikan umpan-umpan berbahaya.
Kolaborasinya dengan striker Alexandre Lacazette dan Jean Mateta menjadi senjata mematikan bagi Les Bleus.
Kekuatan dan Kelemahan Prancis
- Kekuatan
Prancis tak bisa dipungkiri memiliki kekuatan di lini serang. Mereka Mencetak 11 gol dalam 5 pertandingan merupakan pencapaian luar biasa, menyamai rekor Spanyol sebagai pencetak gol terbanyak, yang akan mereka hadapi di pertandingan final.
Baca Juga: Breakingnews! Desak Made Rita Gagal ke Semifinal Panjat Tebing Speed Putri Olimpiade 2024
Prancis memiliki bakat menyerang yang kuat dalam diri Alexandre Lacazette, Jean Mateta, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Arnaud Kalimuendo.
Formasi Prancis mengakomodasi bakat penyerang Lacazette dan Mateta, dengan Olise diposisikan tepat di belakang mereka.
Thierry Henry memilih formasi ini untuk memanfaatkan kekuatan penyerang Prancis yang besar, memastikan kedua penyerang didukung sambil memberi Olise ruang untuk menciptakan dan menghubungkan permainan.
- Kelemahan
Tim Prancis ini tidak memiliki kelemahan yang berarti, menciptakan 10,85 xG (expected goal) dan hanya kebobolan 3,3 xG.
Mereka hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, yang terjadi di semifinal melawan Mesir.
Namun, yang dapat menjadi kelemahan Prancis adalah tekanan untuk tampil.
Meskipun memiliki skuad yang solid dari depan hingga belakang, tekanan untuk memainkan sepak bola terbaik mereka dapat memengaruhi kepercayaan diri.
Kelemahan psikologis sama pentingnya dengan masalah di lapangan; tim Prancis ini kuat di atas kertas tetapi harus berhadapan oleh tekanan para pendukungnya sendiri di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC