Suara.com - Prancis dan Spanyol akan saling sikut untuk memperebutkan medali emas cabang olahraga sepak bola putra Olimpiade 2024. Dua tim raksasa Eropa ini akan bentrok di babak final di Parc des Princes, Paris pada Jumat (9/8/2024) pukul 23.00 WIB.
Kedua tim telah menunjukkan penampilan memikat sepanjang turnamen dan kini bersiap untuk memperebutkan medali emas.
Timnas Spanyol U-23, yang dikenal dengan gaya permainan tiki-taka yang khas, telah melewati babak kualifikasi yang menantang untuk mencapai partai puncak.
Mereka berhasil menyingkirkan Jepang dan Maroko, dua tim kuat, untuk mengamankan tempat di final.
Bedah Statistik Spanyol
Menyitat Total Football Analysis, Spanyol memiliki kemampuan menyerang yang solid. Mereka berada di peringkat ke-4 dalam tembakan dengan 68 percobaan dan ke-2 dalam umpan silang dengan 94.
Meskipun tidak dominan dalam dribel satu lawan satu, La Roja efektif dalam menciptakan peluang di kotak penalti, terbukti dengan peringkat kelima dalam hal sentuhan di area tersebut dengan 88.
Spanyol U23 berada di peringkat ke-1 dalam operan progresif (386) tetapi tidak masuk dalam lima besar untuk operan kunci.
Mereka berada di peringkat ke-5 dalam lari progresif (38) dan ke-5 dalam penyelesaian di dalam kotak penalti (38).
Baca Juga: Breakingnews! Desak Made Rita Gagal ke Semifinal Panjat Tebing Speed Putri Olimpiade 2024
Tingkat operan mereka yang tinggi dan permainan build-up yang efektif menekankan permainan berbasis penguasaan bola yang kuat dan kemampuan mengoper yang kreatif.
Namun, pertahanan Spanyol menjadi sorotan. Meskipun tampil cukup baik dalam duel-duel defensif, mereka perlu meningkatkan kemampuan dalam memblok tembakan dan intersep. Sejauh ini, mereka telah menerima 52 tembakkan ke gawang.
Selain itu, beberapa kesalahan konsentrasi telah menyebabkan kebobolan gol dalam beberapa pertandingan, menjadi area yang perlu diperbaiki.
Mereka berada di peringkat ke-4 dalam duel bertahan (317) tetapi tidak masuk dalam lima besar untuk tembakan yang diblok, intersepsi, atau duel udara.
Spanyol juga berada di peringkat ke-2 dalam pelanggaran yang dilakukan (76) dan ke-2 dalam kartu kuning (13), yang menunjukkan perlunya disiplin yang lebih baik.
Formasi Spanyol
Berita Terkait
-
Bedah Taktik Prancis Jelang Hadapi Spanyol di Final Olimpiade 2024
-
Prediksi Prancis vs Spanyol di Final Olimpiade 2024: Susunan Pemain dan Link Live Streaming
-
Gagal Sumbang Medali, Dukungan untuk Eko Yuli Bergema: Terima Kasih Legenda!
-
Breakingnews! Eko Yuli Irawan Gagal Bawa Pulang Medali dari Angkat Besi Olimpiade 2024
-
Prediksi Derby Afrika Utara Mesir vs Maroko di Olimpiade 2024: H2H, Susunan Pemain dan Link Live Streaming
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Menanti Cukup Lama, Persipura Siap Habis-habisan Demi Comeback ke Kasta Tertinggi
-
BREAKING NEWS! Persija Jakarta vs Persib Bandung Dipindah ke Samarinda, Jakarta Tak Dapat Izin
-
Profil Timnas Jerman: Tenaga Muda Der Panzer Siap Jadi Penantang Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
John Henry Kirim Sinyal Keras ke Arne Slot, Liverpool Dilarang Ulangi Rekor Kekalahan Terburuk
-
Diego Simeone Terima Atletico Tersingkir di Liga Champions: Nggak Ada Alasan
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Rustu Recber Legenda Turki: Kisah Kiper Eksentrik dengan Cat Hitam di Mata Viral di Piala Dunia 2002
-
Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
-
Profil Eduardo Barbosa: Eks Portugal U-15 yang Tinggalkan PSBS Biak Lebih Cepat Akibat Krisis Gaji