Suara.com - Keberadaan pemain keturunan Indonesia saat ini masih jadi sorotan PSSI ataupun publik sepak bola nasional.
Sejumlah pemain keturunan Indonesia yang masih berusia belasan tahun mulai muncul ke publik dan menyita perhatian.
Salah satu pemain yang jarang menjadi sorotan ialah pemain berusia 19 tahun bernama Paris Elmensdorp. Ia kelahiran Amsterdam, Belanda.
Paris berposisi sebagai full back kanan namun ia juga bisa di-plot sebagai bek tengah. Secara postur, Paris memang cukup layak bermain di jantung pertahanan.
Pemain kelahiran 13 Februari 2005 ini memiliki tinggi badan 190 cm. Dari informasi yang dihimpun, Paris juga memiliki darah Indonesia dan Curacao.
Sementara itu dikutip dari postingan @indobloodtalent, Paris memiliki darah Indonesia dari ibunya.
Ayah dari ibu Paris diketahui orang Indonesia asli dan lahir di Jakarta.
Sementara itu dikutip dari data Transfermarkt, Paris mengawali kariernya di AFC Amsterdam pada 2015.
Setelah ia bergabung ke tim muda eks juara Liga Champions musim 1969–70, Feyenoord. Awalnya Paris bermain di tim akademi Feyenoord, setelah itu ia naik kelas ke tim U-17, U-18 dan U-21.
Baca Juga: Nova Arianto Panggil 35 Pemain Untuk Timnas U-17, Ada 4 Nama Diaspora!
Saat ini, Paris dikontrak oleh tim U-21 Feyenoord hingga 30 Juni 2025. Namanya juga tergabung di agensi SEG Sports, agensi yang menaungi sejumlah pemain top seperti Rasmus Hojlund dan Cody Gakpo.
Berita Terkait
-
Nova Arianto Panggil 35 Pemain Untuk Timnas U-17, Ada 4 Nama Diaspora!
-
Netizen Geruduk Instagram FCV Dender Usai Ragnar Oratmangoen Gabung, Lakukan Hal Tak Terduga untuk Pantau Ini
-
Timnas Indonesia Butuh Striker Haus Gol, Jens Raven Dianggap Belum Layak Promosi ke Tim Senior
-
Dua Kiper Muda Eropa yang Layak Bela Timnas Indonesia: Ada Kiper Jawa di Liga Jerman
-
Jay Idzes Cetak Gol, Reaksi Pelatih dan Pemain Venezia Bikin Geram
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey