Suara.com - Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan menghadapi Arab Saudi di Jeddah, pada 5 September mendatang.
Pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit Budi Handoyo, menyebut Timnas Indonesia memiliki dua keuntungan dengan menghadapi Arab Saudi di kandangnya.
Duel Arab Saudi vs Timnas Indonesia dijadwalkan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Meski jadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Shin Tae-yong, Kesit merasa bermain tandang juga bisa dilihat secara positif oleh Timnas Indonesia.
Berikut dua keuntungan Timnas Indonesia hadapi Arab Saudi di Riyadh
1. Terhindar dari Tekanan Fans
Tak bisa dipungkiri Timnas Indonesia selalu mendapat dukungan masif ketika bermain sebagai tuan rumah. Namun, situasi itu di sisi lain dinilai Kesit juga menimbulkan tekanan besar terhadap para pemain.
Fans yang hadir di stadion jelas ingin Timnas Indonesia meraih hasil terbaik. Dukungan besar mereka terkadang disebut justru menambah tekanan di pundak Marselino Ferdinan dan kawan-kawan.
Dengan bermain tandang, Timnas Indonesia disebut akan terhindar dari tekanan dan ekspektasi pendukung, kendati tantangan lain juga akan muncul yakni "teror" dari fans lawan.
Baca Juga: Respon Stefano Lilipaly Usai 'Meledak' di Hadapan Yeom Ki-hun, Modal Comeback Timnas Indonesia?
"Walaupun memang dalam bentuk dukungan, tapi [support dari fans di kandang] bisa menjadi tekanan tersendiri," kata Kesit saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.
"Para pemain punya tekanan untuk menunjukkan kualitas mereka [di hadapan para pendukung sendiri]."
2. Belajar Tak Cuma Jago Kandang
Bermain tandang disebut Kesit akan membuat para pemain Timnas Indonesia belajar dan beradaptasi dengan atmosfer dan tekanan yang dihasilkan fans lawan.
Hal itu dinilai penting lantaran di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, setiap tim masing-masing punya jatah bermain tandang dan kandang sebanyak lima kali.
"Untuk membiasakan diri tampil di tempat netral," kata Kesit.
Berita Terkait
-
Jadwal Pertandingan Lengkap Timnas Indonesia di Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
-
Jay Idzes Diambang Cetak Rekor yang Gagal Diukir Pendahulunya di Timnas Indonesia
-
Dapat Rekomendasi untuk Naturalisasi, Nasib Dion Markx Justru Berbanding Terbalik dengan Mauresmo Hinoke
-
Bersatu Kejar Timnas Indonesia, Vietnam-Thailand Malah Diolok-olok Legenda Rusia
-
'Si Anak Hilang' Hingga Mesin Gol Baru Klub Italia, 3 Bemper Jordi Amat Wajib Dipanggil STY di Kualifikasi Piala Dunia
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Review Serial Our Sticky Love: Kisah Asmara Unik Mantan Petinju dan Jaksa
-
Skin Tint Skintific Kandungan Aktifnya Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Hadiri Kirab Merah Putih FMP ke-11, Adityawarman Adil: Perkuat Cinta Tanah Air
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'
-
Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi
-
Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer
-
Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap