Suara.com - Timnas Indonesia U-17 gagal mengulangi kemenangan saat melawan India dalam uji coba kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (27/8/2024) malam.
Kali ini, skuad asuhan Nova Arianto kali ini takluk lewat gol Brahmacharimayum Sumit Sharma pada menit ke-80.
Kekalahan ini seolah sudah diprediksi oleh Nova Arianto selaku pelatih. Usai mengalahkan India pada uji coba perdana, ia membocorkan beberapa anak asuhnya yang mulaii tinggi hati.
Ketika itu, Nova Arianto sudah memperingatkan bahwa 'kesombongan' beberapa anak asuhnya bisa menjadi awal kehancuran.
"Cuma yang saya sayangkan di sini adalah masalah ada beberapa pemain saya yang menurut saya mulai tinggi hati," kata Nova Arianto dalam wawancaranya seusai laga persahabatan melawan India U-17 yang dikutip dari akun Instagram @folksygaruda pada Senin (26/8/2024).
"Saya paling tidak suka pemain saya mulai sombong karena saya kira itu akan menjadi apa ya, menjadi kehancuran awal dari mereka," lanjut pelatih berusia 44 tahun.
"Saya minta apa yang mereka lakukan di Piala AFF U-16 2024 dia harus bekerja seperti kita sebelum melakukan di Piala AFF U-16," tuturnya menambahkan.
Apa yang dikhawatirkan Nova Arianto langsung terjadi hari ini. Timnas Indonesia U-17 dibuat menelan kekalahan 0-1 oleh India.
Tentu ini menjadi 'alarm' bagi Timnas Indonesia U-17. Sebab, mereka akan menjalani Kualifikasi Piala Dunia U-17 2024.
Baca Juga: Gol Menit Akhir, Timnas Indonesia U-17 Dikalahkan India
Apalagi anak asuh Nova Arianto tergabung di Grup G yang berisi tim kuat Australia dan Kuwait. Sementara satu negara lainnya adalah Mariana Utara.
Berita Terkait
-
Gol Menit Akhir, Timnas Indonesia U-17 Dikalahkan India
-
Perbandingan Tinggi Badan Rendy Razzaqu dan Aidan Bonvanie, Pantas Saja Kiper Belanda Tersisih
-
Tak Main Lagi Lawan India, Nova Arianto Coret Kiper 185 Cm dari Belanda?
-
Review Film India 'Maidaan': Kisah Inspiratif Arsitek Sepak Bola India
-
Uji Coba Kedua Lawan India, Timnas Indonesia U-17 Harus Pikirkan Variasi Gaya Bermain
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey