Suara.com - Manajemen Suwon FC sepertinya 'kebakaran jenggot' setelah Pratama Arhan mulai mencium adanya rencana 'licik' klub perihal kontraknya.
Pratama Arhan disebut telah menanyakan langsung perihal potensi dirinya cuma jadi alat marketing Suwon FC.
Hal itu menyusul rencana klub kasta teratas Korea Selatan itu menyodori kontrak baru, tetapi enggan menggaransi menit bermain untuk Arhan.
Menurut mertua Arhan yang juga bos Semen Padang FC, Andre Rosiade, Andre Rosiade, manajemen Suwon FC sampai memanggil pelatih untuk menanyakan situasi sang pemain.
"Ya Arhan sudah berkali-kali menanyakan itu ke manajemen Suwon. Manajemen Suwon FC bilang enggak," ujar Andre Rosiade kepada awak media, Senin (26/8/2024).
"Soal rencana perpanjang kontrak itu bahkan Arhan menanyakan, 'Apakah saya mau dijadikan alat marketing doang?'."
"[Manajemen Suwon bilang] katanya tidak. Mereka juga menanyakan hal ini ke tim pelatih," tambah Andre.
Nasib Pratama Arhan di Suwon FC memang cukup memprihatinkan. Sejak bergabung musim lalu, dia kesulitan mendapat menit bermain.
Eks PSIS Semarang dan Tokyo Verdy itu tercatat satu kali tampil. Sialnya, laga debut Arhan berakhir menjadi mimpi buruk setelah dia dikartu merah hanya tiga menit usai berada di atas lapangan.
Arhan dimainkan di babak kedua saat Suwon FC menghadapi Jeju United pada 26 Mei lalu. Selepas laga itu, dia tak pernah lagi dimainkan.
Kontrak Pratama Arhan bersama Suwon FC diketahui akan berakhir musim ini, tetapi terdapat klausul opsi perpanjangan semusim.
Andre Rosiade menegaskan bahwa suami dari putrinya, Azizah Salsha itu tetap berkomitmen untuk bekerja keras merebut tempat di tim utama.
Dia berharap Arhan mendapat dukungan dari semua pihak selama berjuang untuk mendapatkan menit bermain yang layak di Korea Selatan.
"Nah, Arhan pun lagi berjuang. Jadi tunggu saja teman-teman," jelas Andre Rosiade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey