Suara.com - Borussia Monchengladbach dikabarkan tertarik merekrut calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Transfer ini bisa saja terjadi pada jendela transfer musim dingin agar FC Copenhagen masih bisa mendapat dana. Atau kalaupun tidak, Monchengladbach bakal sabar menunggu sampai kontrak Kevin Diks habis pada Juni 2025.
Lantas, seperti apa Borussia Monchengladbach ini? Berikut ulasannya!
Sejarah Singkat Borussia Monchengladbach
Klub bernama lengkap Borussia Verein für Leibesübungen 1900 e.V. Mönchengladbach ini berdiri pada 1 Agustus 1900. Berusia 124 tahun tersebut merupakan salah satu klub besar di Jerman.
Meski sudah berusia lebih dari satu abad, Monchengladbach mengalami pasang-surut. Mereka baru menemui kebangkitan di era 1960an.
Kebangkitan ini diawali dengan keberhasilan mereka meraih gelar juara DFB-Pokal tahun 1960. Lima musim kemudian, Gladbach promosi ke Bundesliga 1965/66.
Di awal promosi, Gladbach kesulitan sampai akhirnya mendapatkan era keemasan pada 1970-1980. Mereka meraih lima gelar juara Bundesliga, dua DFB Pokal, dan dua kali juara Piala UEFA (sekarang Liga Europa) selama periode tersebut.
Namun demikian, masa keemasan mereka tidak pernah kembali lagi setelah periode tersebut. Gladbach bukan lagi tim yang bersaing meraih gelar juara.
Baca Juga: 3 Kerugian Andai Kevin Diks Batal Debut di Laga Timnas Indonesia vs Jepang dan Arab Saudi
Mereka bahkan sempat degradasi ke Liga 2 Jerman pada musim 2007/08. Tapi mereka langsung bangkit dengan meraih gelar juara Liga 2 Jerman musim itu dan kembali ke kasta tertinggi.
Pemain-pemain Bintang
Meski belakangan tidak menjadi tim dengan kekuatan besar di Jerman, Borussia Monchengladbach merupakan salah satu tim penghasil pemain-pemain bintang.
Beberapa pemain binaan Gladbach yang kini menjadi pemain bintang di antaranya ada Marc-Andre ter Stegen, Marcus Thuram, hingga Marco Reus.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey