Suara.com - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca membenarkan kabar yang menyebut timnya punya rencana bangun stadion sendiri. Hal ini setelah tim berjuluk Macan Kemayoran itu tidak leluasa ketika ingin sewa dua stadion yang ada di Jakarta yaitu Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS).
Hal ini disampaikan Prapanca dalam kegiatan Ngopi Bareng Persija juga bersama dengan manajer tim, Bambang Pamungkas, di Persija Store, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2024) sore WIB.
Prapanca sempat mengungkapkan rencana Persija membangun stadion dalam Indonesia Sports Industry Summit 2024 pada pertengahan Oktober 2024.
Hal ini dikarenakan tim kesayangan Jakmania itu sering tidak bisa menggunakan GBK dan JIS dengan berbagai penyebab. Untuk diketahui, dua venue itu juga disewakan buat kegiatan lain.
"Terlalu dini untuk untuk membicarakan itu. Tapi, bahwa mimpi saya adalah bahwa kami juga capek sebagai klub selalu harus mengontrak, istilahnya mengontrak rumah, baik di JIS maupun SUGBK," ujar Prapanca.
"Tapi, kami juga punya kewajiban untuk ikut partisipasi dalam memajukan industri pengelolaan stadion. Tapi ya, saya berharap sekali, mudah-mudahan kami bisa mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan dalam waktu dekat," imbuh Prapanca.
Belum ada kejelasan secara detail terkait hal ini seperti di mana lokasinya, kapan pembangunan akan dimulai, hingga target selesainya.
"Saya juga bisa memberikan kepastian kepada para investor yang akan mendukung rencana Persija untuk membangun stadion. Ya, doakan saja, mudah-mudahan ini bisa terealisasi," ucap Prapanca.
"Memang tidak mudah. Tapi, ini saya yakin bisa membuat Persija ke depan lebih mandiri. Mempunyai kestabilan keuangan dan tentunya juga berkontribusi untuk memajukan hiburan di dunia olahraga."
Baca Juga: Sesalkan Keputusan Wasit, Pelatih Madura United: Sudah Jelas Penalti, tapi Dicek 10 Kali
Prapanca mengaku sedang mendekati para investor sebagai langkah memuluskan mimpi Persija punya venue sendiri. Menurutnya, akan sangat bagus andai juara Liga 1 2018 itu punya kandang pribadi.
"Ya, saya tidak bisa bicara hari ini karena belum di tangan, terlalu jemawa kalau saya bilang mau ini pasti atau 90 persen atau di atas 50 persen. Ya saya berharap teman-teman juga mendoakan saya agar ini bisa terrealisasi."
"Jadi, kalian juga bisa menikmati hiburan olahraga, tidak hanya sekadar di JIS maupun SUGBK, tapi nanti di stadion Persija," tutup pria yang karib dipanggil Panca itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Anak Menkeu Viral, Diduga Singgung '7 Oligarki' Pengendali Politik dan Desil
-
Perpres Ojol Kini Atur Kurir Makanan dan Barang, Bukan Cuma Angkutan Orang
-
Ramalan Shio Babi Hari ini 19 Agustus 2026: Karier, Keuangan, hingga Asmara
-
Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita