Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes menegaskan tidak gugup ataupun gentar jelang menghadapi barisan penyerang Timnas Jepang pada Jumat (15/11/2024).
Sebaliknya, kiper FC Dallas itu menegaskan menjaga gawang Timnas Indonesia dari kebobolan sudah menjadi tugasnya.
Dia justru mengaku sedikit gugup bukan karena akan menghadapi Jepang, tetapi akibat bakal bermain di hadapan ribuan penggemar Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
"Tidak, saya tidak terlalu gugup. Saya sudah bermain menghadapi [Lionel] Messi misalnya, dan saya tidak terlalu nervous," kata Maarten Paes kepada awak media di Jakarta, Selasa (15/11/2024).
Maarten Paes, yang kini berusia 26 tahun, merupakan kiper utama di klub Major League Soccer (MLS) FC Dallas.
Hal itu membuatnya otomatis berjumpa dengan banyak striker mumpuni lantaran MLS diketahui kerap jadi persinggahan para pemain top Eropa yang sudah berada di penghujung karier.
Maarten Paes tercatat harus menghadapi para penyerang ganas Eropa macam eks bintang Barcelona Luis Suarez hingga Lionel Messi yang bermain di Inter Miami.
"Itu memang tugas saya. Saya akan mempersiapkan diri layaknya yang selalu saya lakukan. Saya gugup di level yang tepat untuk bermain di GBK karena perasaan [ketika bermain di sana] sangat luar biasa."
"Dan siapa pun yang harus berhadapan dengan saya, akan saya hadapi. Saya bakal percaya pada kemampuan saya," tambahnya.
Baca Juga: Pangeran Siau Siap Bantu Timnas Indonesia Hajar Jepang: Saya Ingat...
Maarten Paes akan diandalkan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong ketika Garuda menjamu Jepang dalam laga kelima Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ini jadi kali pertama Maarten Paes membantu Timnas Indonesia menghadapi Samurai Biru. Pada fase grup Piala Asia 2023, skuad Merah Putih kalah 1-3 dari Jepang ketika pos penjaga gawang utama masih dipegang Ernando Ari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono