Berbicara soal taktik, Giovanni van Bronckhorst dan Shin Tae-yong punya perbedaan yang signifikan dari gaya permainan yang ditampilkan timnya.
Berdasarkan data Transfermarket, Giovanni Van Bronckhorst dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan permainan menyerang, sedangkan Shin Tae-yong lebih banyak memainkan pola bertahan.
Hal ini terbukti dari formasi 4-2-3-1 andalannya maupun catatan timnya. Saat ditukangi Van Bronckhorst, Feyenoord mampu mencetak 377 gol dari 176 laga atau rata-rata 2,1 gol per laga.
Pun saat di Rangers FC dengan 135 gol dari 68 laga atau rata-rata 1,9 gol per laga dan juga dengan Besiktas yakni 36 gol dari 18 laga atau rata-rata 2 gol per laga.
Sementara Shin Tae-yong, berdasarkan trasfermarket, bermain defensif yang terbukti dari formasi andalannya yakni 3-4-3 yang bisa berubah menjadi 5-2-3 saat bertahan.
Hal ini pun dibuktikan dengan catatan timnya. Di tangan Shin Tae-yong, Seongnam Ilhwa Chunma hanya mencetak 213 gol dari 145 laga atau rata-rata 1,4 gol per laga.
Lalu Timnas Korea Selatan hanya mencetak 26 gol dari 21 laga atau rata-rata 1,2 gol per laga, dan Timnas Indonesia mencetak 100 gol dari 52 laga atau rata-rata 1,9 gol per laga.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Calvin Verdonk Ungkap 'Awan Kelabu' di Ruang Ganti Timnas Indonesia
Berbicara soal gaji, dikutip dari turkish-football, disebutkan Giovanni van Bronckhorst mengantongi gaji 1,3 juta euro dari 1,5 tahun kontraknya di Besiktas.
Maka rata-rata Van Bronckhorst mengoleksi 72 ribu euro (Rp1,2 miliar) per bulannya selama 18 bulan menukangi Besiktas.
Nilai ini unggul tipis atas Shin Tae-yong yang diperkirakan mengantongi Rp1,1 miliar per bulannya sebelum meneken kontrak baru.
Jika kontrak baru Shin Tae-yong pada Juni lalu berisikan kenaikan gaji, bukan tidak mungkin gajinya saat ini melebihi gaji Van Bronckhorst di Besiktas.
(Felix Indra Jaya)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026
-
Alisson Becker: Jadi Tim Favorit Bukan Jaminan bagi Siapa Pun
-
Dominasi Tak Berbuah Final, Nova Arianto Bongkar Penyebab Timnas Indonesia U-19 Tersingkir dari AFF
-
Putra Djibril Cisse Resmi Teken Kontrak Profesional bersama Liverpool
-
Thomas Tuchel Nasihati Elliot Anderson untuk Tetap Rendah Hati
-
Real Madrid Menangi Perburuan Bernardo Silva, Sepakati Kontrak Dua Tahun
-
Jelang AS vs Paraguay, Mauricio Pochettino Tak Mau Banyak Basa Basi: Harus Menang Terus
-
Hasil Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026: Taeguk Warrior Menang Comeback 2-1!
-
Javier Aguirre: Harusnya Meksiko Menang 4-0 atas Afrika Selatan
-
Jelang Lawan Skotlandia, FIFA Paksa Timnas Haiti Desain Ulang Jersey, Kenapa?