Suara.com - Di antara banyak pemain keturunan Timnas Indonesia, Jordi Amat dan Sandy Walsh merupakan warga Jakarta. Mereka bisa ikut Pilkada Jakarta 2024, 27 November 2024 besok. Pilih siapa mereka?
Jordi Amat dan Sandy Walsh resmi memperoleh status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sejak 17 November 2022. Mereka pilih menjadi warga Jakarta.
Setelah pengambilan sumpah kewarganegaraan, keduanya langsung memproses dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan paspor Indonesia.
Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan, yang memberikan pendampingan selama proses berlangsung.
Tak lama setelah sumpah diambil, Jordi dan Sandy dengan antusias menunjukkan KTP baru mereka kepada media yang meliput acara tersebut.
Seorang wartawan yang hadir pada kesempatan itu sempat menanyakan detail alamat yang tertera pada KTP Jordi dan Sandy, yang kini tercatat sebagai warga DKI Jakarta.
Karena sudah jadi warga Jakarta, Jordi Amat dan Sandy Warga bisa nyoblos di Jakarta. Namun belum ada informasi Jordi Amat dan Sandy Warga akan nyoblos di mana.
Yang pasti, Jordi Amat dan Sandy Warga akan coblos 1 di antara 3 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
Mereka adalah Pramono Anung-Rano Karno, Ridwan Kamil (RK)-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Baca Juga: Piala AFF 2024: Keangkeran Stadion Thuwunna Bagi Timnas Indonesia
Profil Pasagan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta:
Pasangan Ridwan Kamil dan Suswono resmi maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Ridwan Kamil: Pemimpin Visioner dan Kreatif
Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, adalah figur populer di dunia politik dan arsitektur Indonesia. Pria kelahiran Bandung pada 4 Oktober 1971 ini telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, di mana ia dikenal dengan inovasi-inovasinya dalam tata kelola pemerintahan dan pengembangan wilayah.
Sebagai seorang profesional, ia memiliki latar belakang pendidikan yang mengesankan. Ridwan Kamil menyelesaikan studi S1 di Institut Teknologi Bandung pada 1995, lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di University of California, Berkeley, pada 2001.
Tak berhenti di situ, ia baru saja meraih gelar doktor dari University of Glasgow pada 2024, menambah kredibilitasnya sebagai pemimpin yang berwawasan global.
Selain karier politiknya, Ridwan Kamil adalah seorang arsitek ternama yang telah merancang berbagai bangunan ikonik, menunjukkan kemampuannya menggabungkan estetika dan fungsionalitas dalam berbagai proyek.
Suswono: Ahli Pertanian dan Politikus Berpengalaman
Sebagai pasangan Ridwan Kamil, Suswono membawa pengalaman panjang di dunia pemerintahan dan pendidikan. Lahir di Tegal pada 20 April 1959, ia dikenal sebagai mantan Menteri Pertanian periode 2009-2014.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI pada 2004-2009, di mana ia menangani isu-isu strategis di bidang pertanian dan kehutanan.
Suswono juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia menamatkan pendidikan SMA di Slawi sebelum melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menyelesaikan gelar sarjana pada 1984.
Pendidikan magister dan doktoralnya di bidang pertanian juga ditempuh di IPB, masing-masing diraih pada 2004 dan 2010. Selain itu, ia aktif sebagai dosen, membuktikan dedikasinya dalam dunia akademik.
Dengan kombinasi pengalaman di pemerintahan, akademik, dan kemampuan kepemimpinan, pasangan ini diyakini membawa visi besar untuk Jakarta yang lebih baik.
2. Dharma Pongrekun - Kun Wardana
Pasangan calon Dharma Pongrekun dan Kun Wardana hadir di Pilgub DKI Jakarta 2024 melalui jalur independen, menawarkan profil menarik dari masing-masing figur yang sarat pengalaman.
Berikut adalah rincian perjalanan karier dan pendidikan mereka.
Dharma Pongrekun: Purnawirawan Berprestasi
Dharma Pongrekun merupakan purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir Komisaris Jenderal. Pria kelahiran 12 Januari 1966 ini telah dikenal luas berkat kontribusinya di berbagai bidang.
Pendidikan formalnya diawali di SMA Negeri 24 Jakarta dari tahun 1981 hingga 1984, sebelum melanjutkan studi sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1993 hingga 1995.
Selanjutnya, Dharma menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Bhayangkara Jakarta antara 1999 dan 2001. Komitmennya terhadap dunia pendidikan membawanya meraih gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada pada 2006.
Dengan pengalaman panjang di institusi kepolisian dan prestasi akademik, ia menawarkan kepemimpinan berbasis integritas.
Kun Wardana: Akademisi dan Politisi Ulung
Kun Wardana adalah figur dengan rekam jejak di dunia politik dan pendidikan. Lahir di Jakarta pada 11 Agustus 1969, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) pada 2010-2015.
Di luar karier politik, ia juga berprofesi sebagai dosen di Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta.
Perjalanan akademiknya dimulai dengan gelar sarjana dari Universitas Trisakti yang diraih pada 1988. Ia kemudian menyelesaikan magister teknik di Universitas Indonesia pada 1990 dan gelar doktor di Institut Teknologi Bandung pada 1999.
Penghargaan mahasiswa termuda yang diraihnya pada 2016 serta lulusan sarjana termuda pada 1988 menjadi bukti konsistensinya dalam menorehkan prestasi.
3. Pramono Anung - Rano Karno
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan Hanura.
Berikut adalah ulasan singkat mengenai profil keduanya yang patut disimak.
Profil Pramono Anung
Pramono Anung Wibowo, kelahiran Kediri pada 11 Juni 1963, memiliki rekam jejak yang cemerlang di dunia pemerintahan.
Ia telah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet Indonesia sejak 2015 dan sebelumnya pernah menjadi Wakil Ketua DPR RI untuk periode 2009-2014.
Pria berusia 61 tahun ini menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kediri, yakni di SD Pawyatan Daha (1971-1976), SMP Pawyatan Daha (1976-1979), dan SMA Negeri 1 Kediri (1979-1982).
Untuk pendidikan tingginya, Pramono mengukir prestasi akademik dengan meraih gelar sarjana di Institut Teknologi Bandung (1982-1988) dan melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (1990-1992). Tidak berhenti di situ, ia juga menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Padjajaran Bandung (2010-2013).
Profil Rano Karno
Rano Karno, yang populer melalui karakter "Si Doel" di dunia perfilman Indonesia, lahir di Jakarta pada 8 Oktober 1960. Karier politiknya dimulai ketika ia menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 setelah berkiprah sebagai aktor senior.
Pendidikan formalnya dimulai di SD Strada Van Lith I (1966-1973), dilanjutkan ke SMP Strada Van Lith I (1974-1976), dan SMA Negeri 6 Jakarta (1977-1980). Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Jakarta, meraih gelar sarjana pada tahun 2013.
Sebagai sosok yang dikenal di dunia hiburan dan politik, Rano membawa perpaduan pengalaman yang unik sebagai pasangan calon dalam Pilkada DKI Jakarta.
So, Jordi Amat dan Sandy Walsh jangan bingung yah!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Diancam Trump untuk Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Lawan Balik: Lo Siape?
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
BRI Super League: Ditahan Persijap, Pelatih PSIM Yogyakarta Evaluasi Bola Mati
-
Tandang ke Markas Borneo FC, Ini Pesan Umuh Muchtar untuk Pemain Persib Bandung
-
Dean Zandbergen Disebut Cocok Temani Ole Romeny di Timnas Indonesia, Naturalisasi Here We Go?
-
Tak Hanya Paes dan Audero, Ini 3 Kiper Lokal yang Siap Gebrak Skuad Garuda Era John Herdman
-
Ekspresi Shock Pep Guardiola Lihat Gawang Donnarumma Dibobol Tiga Kali oleh Valverde
-
Makna Jersey Baru Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut Jadi Simbol Kepercayaan
-
Kegilaan Sandy Walsh, Sukses Catatkan Back to Back Level Asia di Tingkat Klub
-
Filosofi Jersey Baru Timnas Indonesia: Tonjolkan Sentuhan Klasik dan Budaya Nusantara