News / Nasional
Senin, 27 April 2026 | 16:26 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Senin (27/4/2026). (Tangkapan layar)
Baca 10 detik
  • Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Muhammad Qodari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 52 P tahun 2026.
  • Mantan KSAD dan Penasihat Khusus Presiden tersebut kini bertanggung jawab mengoordinasikan program prioritas serta pengendalian isu strategis nasional.
  • Penunjukan figur militer senior ini bertujuan memperkuat dukungan kerja Presiden dengan memanfaatkan pengalaman komando panjang Dudung di TNI.

Suara.com - Dudung Abdurachman resmi dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menandai kembalinya figur militer senior ke posisi strategis di lingkar Istana. Ia menggantikan Muhammad Qodari yang kini mengemban tugas baru di sektor komunikasi pemerintahan.

Pengangkatan Dudung tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Sebelum menduduki jabatan ini, Dudung diketahui menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional di era kepemimpinan Prabowo Subianto.

Penunjukan Dudung dinilai memperkuat posisi KSP dengan pengalaman panjangnya di dunia militer. Lulusan Akademi Militer 1988 ini mengawali karier di Korps Infanteri TNI AD dan meniti jalur komando dari level bawah hingga pucuk pimpinan.

Sejak awal, Dudung telah mengisi berbagai posisi taktis. Ia pernah menjadi komandan pleton di Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bakti di Atambua, satuan yang juga pernah menjadi tempat bertugas Susilo Bambang Yudhoyono. Kariernya kemudian berlanjut sebagai komandan kompi hingga dipercaya di lingkungan pendidikan militer.

Perjalanan kariernya terus menanjak dengan menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Wakil Komandan Yonif, Kepala Staf Kodim, hingga perwira operasi di Kodam. Saat berpangkat letnan kolonel, ia memimpin Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya dan kemudian menjabat sebagai komandan distrik militer di Sumatera Selatan.

Momentum besar datang ketika Dudung memasuki jajaran perwira tinggi. Ia pernah menjabat Wakil Gubernur hingga Gubernur Akademi Militer, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Pangdam Jaya. Pada periode ini, langkah tegasnya sempat menyita perhatian publik, termasuk saat mencopot baliho Front Pembela Islam (FPI).

Kariernya kian melesat saat dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad) pada 2021. Namun, di tahun yang sama, Presiden saat itu, Joko Widodo, menunjuknya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Dudung mengemban jabatan KSAD selama lebih dari satu tahun sebelum akhirnya pensiun pada 19 November 2023. Kini, dengan posisi barunya sebagai KSP, ia kembali dipercaya mengisi peran kunci dalam mendukung kerja Presiden, khususnya dalam koordinasi program prioritas dan pengendalian isu strategis nasional.

Baca Juga: Sah! Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol 'Turun Tahta' Jabat Wamenko

Load More