Suara.com - Calvin Verdonk, pemain keturunan Aceh yang kini menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), kembali mencuri perhatian setelah pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan pandangannya tentang sang bek tangguh. Verdonk, yang bermain di Eredivisie bersama NEC Nijmegen, dianggap sebagai salah satu pemain penting dalam skuad Garuda.
Pujian Shin Tae-yong terhadap Calvin Verdonk menjadi bukti bagaimana pemain 25 tahun ini berhasil menunjukkan kualitasnya, baik di level klub maupun internasional.
Sejak resmi bergabung dengan Timnas Indonesia, Calvin Verdonk telah memperlihatkan performa yang solid, terutama dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak hanya tampil di posisi bek utama, ia juga berhasil menunjukkan visi permainan yang matang dan tak pernah absen dalam setiap pertandingan.
Dalam sebuah obrolan yang terekam, Shin Tae-yong berbicara tentang penampilan Calvin Verdonk bersama rekan-rekannya, Iksam dan Shin Jae-won.
Mereka mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan Calvin Verdonk, terutama saat menghadapi Arab Saudi, yang mengundang pujian dari pelatih asal Korea Selatan itu.
Menurut Shin Tae-yong, karakter Calvin Verdonk yang tulus dan penuh percaya diri membuatnya menjadi pemain yang disukai banyak orang, termasuk para penggemar dan pelatih.
"Calvin Verdonk, benar-benar pemain yang tulus dan percaya diri. Bersikap tulus. Jadi sekarang penggemar kami (melihat itu)," ujar Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong menyebutkan bahwa Calvin Verdonk adalah tipe pemain yang ia sukai, yakni sosok yang memiliki sikap tulus dan kepercayaan diri tinggi.
Baca Juga: STY Coret Justin Hubner, Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Lawan Australia
Dengan sifat tersebut, Calvin Verdonk tidak hanya memikat penggemar, tetapi juga pelatih yang melihat kualitas tersebut sebagai nilai lebih dalam tim.
Shin Tae-yong menambahkan bahwa para penggemar dapat merasakan ketulusan yang dimiliki Calvin Verdonk, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sebagai seorang bek modern, Calvin Verdonk tidak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga cakap dalam distribusi bola.
Kemampuannya dalam membangun serangan menjadi elemen penting dalam permainan Timnas Indonesia. Tidak heran jika pelatih Shin Tae-yong menilai Verdonk sebagai pemain yang sangat berharga untuk tim.
Selain kiprahnya di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk juga menunjukkan performa mengesankan di klubnya, NEC Nijmegen.
Musim ini, ia telah tampil dalam 13 pertandingan di Eredivisie, yang semakin membuktikan konsistensinya sebagai salah satu bek terbaik yang dimiliki Indonesia.
Pengalaman Verdonk di liga Belanda menjadi modal berharga saat ia bermain untuk Timnas Indonesia, memperlihatkan adaptasi luar biasa dalam pertandingan internasional.
Pujian yang diberikan Shin Tae-yong terhadap Verdonk tentunya menjadi motivasi besar bagi sang pemain. Karakter tulus yang dimiliki Calvin Verdonk menjadikannya sosok yang sangat dihargai, baik oleh pelatih maupun penggemar.
Sambutan hangat yang diterimanya di Indonesia maupun di laga internasional menjadi bukti nyata atas popularitas dan pengaruh positif yang dimilikinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan