Suara.com - Filipina, yang akan jadi rival Timnas Indonesia di Grup B Piala AFF 2024, berpotensi diperkuat pemain naturalisasi dari Liga Eropa.
Timnas Indonesia akan bersaing dengan Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos untuk tiket ke fase knock-out.
Shin Tae-yong memutuskan tidak memanggil pemain diaspora dan memilih pemain muda dari kompetisi domestik.
Vietnam diprediksi menjadi lawan tangguh, tetapi Filipina juga patut diwaspadai, dengan kemungkinan memperkuat skuad dengan pemain naturalisasi.
Meskipun belum ada pengumuman resmi, Filipina memiliki tiga pemain naturalisasi dari Liga Eropa yang bisa dipanggil.
1. Gerrit Holtman
Winger kelahiran Jerman, Gerrit Holtmann, berpotensi dipanggil Filipina untuk Piala AFF 2024.
Saat ini, pemain 29 tahun tersebut membela VfL Bochum di Bundesliga, dengan 5 pertandingan musim ini.
Di level internasional, Holtmann sudah mencatat 5 caps dan 2 gol.
Baca Juga: Adu Kuat 3 Klub Eropa Mau Beli Mees Hilgers, Wani Piro?
2. Dylan Demuynck
Pemain 20 tahun, Dylan Demuynck, berpotensi dipanggil Filipina untuk Piala AFF 2024.
Sebagai winger, ia bermain untuk Zulte Waregem di Liga Belgia, dengan 28 pertandingan, 3 gol, dan 2 assist.
Di level internasional, Demuynck sudah tampil 6 kali sejak debut Juni 2024.
Michael Kempter, bek sayap 29 tahun kelahiran Swiss, debut di Timnas Filipina pada 2021 dan telah bermain 5 pertandingan resmi.
Di klub, ia membela Grasshopper di Liga Swiss sejak musim 2021–2022 hingga kini.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan